Ulasanrakyat.com – Musi Rawas.
Ada momen yang sarat makna dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Musi Rawas melalui Bhayangkara Fest di halaman Mapolres Musi Rawas, Sabtu (27/6/2026). Bukan sekadar olahraga bersama, kegiatan tersebut menghadirkan simbol persatuan yang menyentuh hati ketika puluhan burung merpati dilepaskan secara serentak ke angkasa.
Burung-burung putih yang membumbung tinggi itu menjadi lambang harapan, doa, sekaligus komitmen seluruh komponen masyarakat agar Kabupaten Musi Rawas tetap damai, aman, serta terbebas dari berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Momen itu semakin istimewa karena pelepasan burung merpati dilakukan bersama oleh berbagai elemen masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari Sabuk Kamtibmas Kabupaten Musi Rawas. Mulai dari unsur TNI dan Polri, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, organisasi kepemudaan (OKP), Senkom Mitra Polri, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, komunitas Satpam, komunitas Mobile Legends, hingga insan pers.
Kebersamaan lintas organisasi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa menjaga keamanan daerah bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Musi Rawas, KH. Munir Fatoni, didampingi Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, menjelaskan bahwa pelepasan burung merpati memiliki filosofi mendalam sebagai simbol kebebasan masyarakat dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.
“Bismillahirrahmanirrahim, melepaskan burung merpati merupakan simbol bahwa Kabupaten Musi Rawas bebas dari berbagai gangguan kamtibmas dan bencana. Kami niatkan bersama-sama dengan seluruh Sabuk Kamtibmas lainnya untuk menjaga kondisi itu,” ujar KH. Munir Fatoni.
Menurutnya, doa yang dipanjatkan bersama harus dibarengi dengan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan saling mengingatkan agar keamanan daerah tetap terpelihara.
Di lokasi yang sama, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat yang hadir dan selama ini telah menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga situasi keamanan di Kabupaten Musi Rawas.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Polri, TNI, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga media massa merupakan kekuatan utama dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
“Mudah-mudahan Kabupaten Musi Rawas terus aman. Masyarakatnya saling mendukung untuk mewujudkan Nyago Musi Rawas, Nyago Bumi Sriwijaya,” ungkap Kapolres.
Pelepasan burung merpati pun menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik perhatian masyarakat. Burung-burung yang terbang bebas ke langit seolah membawa doa dan harapan seluruh warga agar Musi Rawas senantiasa dijauhkan dari konflik sosial, tindak kriminalitas, bencana, maupun berbagai gangguan yang dapat mengusik ketenteraman masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan institusi Polri, melainkan juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat kolaborasi, dan membangun kepercayaan antara aparat keamanan dengan masyarakat.
Melalui simbol burung merpati, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Musi Rawas menegaskan satu tekad bersama: menjaga keamanan adalah tanggung jawab semua pihak. Dengan persatuan yang terus terpelihara, cita-cita mewujudkan Nyago Musi Rawas, Nyago Bumi Sriwijaya diyakini akan semakin mudah diwujudkan.
(Red/An)
