Ulasanrakyat.Com – Lubuklinggau.
Arus dukungan terhadap kandidat calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau, Feri Isrop, kian menguat dan semakin terbuka ke publik. Dukungan ini tidak hanya datang dari masyarakat biasa, tetapi juga dari kalangan akademisi hingga praktisi hukum yang menilai sosok Feri sebagai figur yang mampu membawa perubahan signifikan, khususnya dalam sektor pelayanan air bersih dan kesejahteraan karyawan.
Di tengah sorotan terhadap kinerja perusahaan daerah yang dituntut semakin profesional dan transparan, nama Feri Isrop muncul sebagai salah satu kandidat yang dinilai memiliki kombinasi lengkap antara pengalaman, integritas, dan kemampuan manajerial.
Tokoh akademisi, Dr. Mohammad Yunus, yang dikenal sebagai pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam di Kota Lubuklinggau, secara tegas menyatakan dukungan morilnya. Ia bahkan menilai Feri bukan sekadar kandidat, tetapi sosok yang layak menjadi “nakhoda” dalam membawa PDAM Tirta Bukit Sulap ke arah yang lebih baik.
Dalam keterangannya pada Senin (4/5/2026), Dr. Yunus mengungkapkan bahwa dirinya mengenal Feri Isrop secara langsung selama masa pendidikan. Pengalaman tersebut menjadi dasar kuat dalam menilai karakter dan kapasitas Feri.
“Jujur saya tahu persis selama empat tahun Feri Isrop merupakan alumni kami. Ia sangat disiplin, pemikir, beretika, jujur, berpengalaman, dan selalu menunaikan tugas dengan baik jika diberikan tanggung jawab akademik. Ini bukan penilaian sesaat, tetapi berdasarkan proses panjang,” ujarnya.
Ia juga berharap dalam proses seleksi yang tengah berlangsung, Feri mampu menunjukkan kualitas terbaiknya dan terpilih sebagai Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031.
“Semoga dalam kontestasi ini ia berhasil menakhodai PDAM Tirta Bukit Sulap. Saya yakin, dengan kapasitas yang dimiliki, ia mampu membawa perubahan nyata,” tambahnya.
Dukungan serupa juga datang dari praktisi hukum yang cukup dikenal di wilayah Sumatera Selatan, Advokat Aries Sugiarto, S.T., S.H., M.H. Sebagai Lawyer sekaligus pembina LBH NKRI, Aries menilai Feri Isrop sebagai figur yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga memiliki visi dalam tata kelola perusahaan yang bersih dan profesional.
Menurut Aries, pengalaman dan kedisiplinan Feri menjadi nilai lebih yang sangat dibutuhkan dalam memimpin perusahaan daerah yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
“Sebagai rekan sejawat, saya sangat mengetahui beliau. Feri Isrop adalah figur yang tepat. Ia berpengalaman, disiplin, memiliki pengetahuan manajerial yang baik, serta memahami tata kelola perusahaan yang bersih sesuai regulasi,” tegasnya.
Ia juga menaruh harapan besar agar proses seleksi berjalan objektif dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi PDAM Tirta Bukit Sulap.
“Semoga beliau terpilih dan benar-benar mampu membawa perubahan yang diharapkan masyarakat,” lanjut Aries.
Menguatnya dukungan dari dua elemen penting ini—akademisi dan praktisi hukum—menjadi sinyal bahwa publik menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar pergantian jabatan. PDAM Tirta Bukit Sulap sebagai perusahaan daerah memiliki peran vital dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat, yakni akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.
Selain itu, isu kesejahteraan karyawan dan tata kelola internal juga menjadi perhatian serius. Kepemimpinan yang profesional, transparan, dan berintegritas dinilai menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan tersebut.
Kini, publik Kota Lubuklinggau menaruh perhatian besar terhadap proses seleksi calon direktur PDAM periode 2026–2031. Harapan akan lahirnya pemimpin baru yang mampu membawa perubahan konkret semakin menguat, seiring dengan munculnya nama-nama kandidat yang dinilai memiliki kapasitas, termasuk Feri Isrop.
Kontestasi ini bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan pertaruhan masa depan pelayanan air bersih dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah. Dukungan yang terus mengalir menjadi indikator bahwa publik menginginkan sosok pemimpin yang benar-benar bekerja, bukan sekadar hadir.
(Red/An)
