Ulasanrakyat.Com – Palembang.
Gaung pelestarian budaya kembali digaungkan melalui ajang fashion show wastra Sumatera Selatan yang berlangsung meriah di Ballroom Hotel Arya Duta Palembang, Kamis (02/04/2026).
Namun lebih dari sekadar peragaan busana, kegiatan ini menjadi panggung strategis untuk mengangkat martabat produk lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, H. Riza Novianto Gustam, didampingi Staf Ahli PKK Hj. Marfuatun, para kepala dinas terkait, serta Ketua Pokja PKK Musi Rawas. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya kini tidak lagi sekadar simbolik, melainkan telah menjadi agenda nyata lintas sektor.
Ketua Dekranasda Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini merupakan puncak dari rangkaian panjang kolaborasi yang telah dibangun secara sistematis. Sebelum panggung fashion show digelar, berbagai tahapan seperti rapat koordinasi dan diskusi aktif telah melibatkan seluruh penggerak PKK kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
“Semangat Dekranasda tidak pernah surut untuk memajukan UMKM Sumsel melalui pemberdayaan. Ini adalah upaya kolektif untuk memastikan wastra daerah tidak hanya lestari, tetapi juga mampu bersaing,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa wastra kini diposisikan bukan hanya sebagai warisan budaya, melainkan sebagai komoditas ekonomi kreatif yang memiliki nilai jual tinggi. Di tengah tantangan globalisasi, langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk menjaga eksistensi produk lokal.
Suasana acara semakin semarak saat para Ketua Dekranasda kabupaten/kota serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tampil sebagai model, mengenakan berbagai wastra khas daerah. Peragaan ini tidak hanya memukau undangan, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa pejabat publik pun memiliki peran penting dalam mempromosikan budaya lokal.
Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam ajang ini menjadi bukti komitmen nyata dalam mendukung pelestarian budaya. Tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi juga membawa misi besar untuk memperkenalkan kekayaan kriya dan wastra daerah ke panggung yang lebih luas.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan budaya lokal dapat menjadi fondasi ekonomi daerah jika dikelola dengan serius dan berkelanjutan. Wastra Sumatera Selatan bukan hanya kain, melainkan identitas, kebanggaan, dan peluang masa depan.
(Red/An)
