Hampir 40 Tahun Menyuplai Air untuk Lubuklinggau, Desa Apur Minta Putra Daerah Diberi Kesempatan Pimpin PDAM Tirta Bukit Sulap

Ulasanrakyat.com – Lubuklinggau.
Di balik mengalirnya air bersih ke ribuan rumah pelanggan PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau, terdapat peran besar yang selama ini jarang disorot publik. Adalah Desa Apur, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang sejak tahun 1986 menjadi salah satu sumber utama pasokan air baku bagi perusahaan daerah tersebut.

Hampir empat dekade menjaga kawasan sumber air demi kepentingan masyarakat luas, kini warga Desa Apur menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau. Melalui Kepala Desa Kenedi, masyarakat meminta Wali Kota Lubuklinggau, Rahmat Hidayat, untuk mempertimbangkan salah satu putra terbaik daerah mereka, Feri Isrop, dalam penentuan Direktur definitif PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031.

Bagi masyarakat Desa Apur, permintaan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan terhadap seorang kandidat. Lebih dari itu, ada nilai historis, moral, dan pengabdian panjang yang menjadi dasar harapan tersebut.

“Kami tidak sedang meminta keistimewaan. Kami hanya berharap kontribusi Desa Apur selama hampir 40 tahun sebagai daerah sumber air dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan pemimpin PDAM ke depan,” ujar Kenedi.

Menurutnya, selama ini masyarakat Desa Apur terus menjaga kelestarian kawasan sumber air agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya. Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dari tahun ke tahun, keberadaan sumber air tersebut menjadi aset strategis yang tidak tergantikan.

Karena itu, masyarakat menilai keberadaan sosok yang berasal langsung dari daerah sumber air akan memberikan perspektif berbeda dalam pengelolaan perusahaan daerah. Sosok tersebut diyakini memahami bukan hanya persoalan distribusi dan pelayanan, tetapi juga pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi fondasi utama operasional PDAM.

Feri Isrop yang saat ini mengikuti proses seleksi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap merupakan putra asli Desa Apur yang telah lama menetap di Kota Lubuklinggau. Ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Hukum dan dinilai memiliki kapasitas untuk memahami tata kelola perusahaan daerah secara profesional.

Kemampuan dalam memahami regulasi, aspek hukum, pengawasan, hingga tata kelola organisasi yang transparan menjadi nilai lebih yang dimiliki Feri Isrop. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin baik, kompetensi tersebut dinilai penting untuk membawa PDAM menuju arah yang lebih modern dan akuntabel.

Namun yang paling menjadi perhatian masyarakat Desa Apur adalah keterikatan emosional Feri Isrop terhadap sumber air yang selama ini menjadi urat nadi pelayanan PDAM.

“Kalau berbicara soal sumber air, beliau memahami langsung kondisi di lapangan. Beliau tahu bagaimana masyarakat menjaga kawasan sumber air selama bertahun-tahun. Ada rasa memiliki yang tentu berbeda dibandingkan mereka yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan wilayah sumber air,” kata Kenedi.

Menurutnya, pemimpin yang memahami hulu sumber air akan lebih mudah membangun keseimbangan antara kepentingan pelayanan pelanggan, keberlangsungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan sumber daya.

Kenedi juga menegaskan bahwa masyarakat Desa Apur tetap menghormati seluruh proses seleksi yang sedang berlangsung. Mereka percaya panitia seleksi dan Pemerintah Kota Lubuklinggau akan bekerja secara profesional dalam menentukan sosok terbaik untuk memimpin PDAM Tirta Bukit Sulap.

Meski demikian, aspirasi masyarakat sebagai penjaga sumber air selama puluhan tahun dinilai patut didengar. Terlebih, sumber air yang berasal dari Desa Apur telah menjadi bagian penting dari perjalanan panjang pelayanan air bersih di Kota Lubuklinggau.

“Kami berharap proses ini berjalan objektif, transparan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu membawa PDAM menjadi lebih profesional, lebih maju, dan semakin dipercaya masyarakat. Namun kami juga berharap putra daerah yang memahami sejarah sumber air ini mendapat perhatian dan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Dukungan yang datang dari Desa Apur menunjukkan bahwa jabatan Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap bukan sekadar posisi strategis dalam perusahaan daerah. Jabatan tersebut juga menyangkut harapan masyarakat terhadap keberlanjutan pengelolaan sumber daya air yang menjadi kebutuhan dasar kehidupan.

Kini, menjelang keputusan akhir penentuan Direktur definitif PDAM Tirta Bukit Sulap, suara dari hulu sumber air ikut mengalir menuju meja pengambil kebijakan. Sebuah harapan sederhana namun penuh makna dari masyarakat yang selama hampir 40 tahun menjaga sumber kehidupan bagi ribuan pelanggan air bersih di Kota Lubuklinggau.

Bagi warga Desa Apur, ini bukan sekadar soal siapa yang memimpin PDAM. Ini tentang penghargaan terhadap pengabdian, keberlanjutan sumber daya alam, dan kesempatan bagi putra daerah untuk ikut membangun masa depan pelayanan air bersih yang lebih baik.

(Red/An)

Exit mobile version