Ulasanrakyat.com — Muara Beliti.
Di balik tembok Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, waktu tidak hanya diisi dengan menjalani masa pidana. Ada kesempatan untuk belajar, bekerja, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Selasa (29/9/2026), sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, petugas Kegiatan Kerja melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap warga binaan yang mengikuti berbagai program pembinaan kemandirian.
Sejumlah kegiatan produktif dijalankan, mulai dari pembuatan tempe dan keripik, laundry, menjahit, pangkas rambut, hingga pembersihan lahan. Mereka juga mendapat pembinaan di bidang pertanian melalui perawatan tanaman sawi.
Bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengalaman kerja yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke keluarga dan masyarakat.
Setiap kegiatan dilaksanakan dengan pengawasan dan pendampingan petugas untuk memastikan proses berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan.
Di tengah keterbatasan, kesempatan untuk berubah tetap terbuka. Kesalahan di masa lalu tidak harus menjadi akhir dari perjalanan hidup. Melalui kerja dan keterampilan, warga binaan didorong untuk membangun kembali kepercayaan diri sekaligus mempersiapkan masa depan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, melalui jajaran petugas Kegiatan Kerja terus mendorong agar pembinaan kemandirian dilaksanakan secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan.
Pesannya sederhana: di balik tembok pemasyarakatan, harapan tetap harus ditanam. Sebab ketika waktunya kembali ke masyarakat tiba, yang dibawa bukan hanya pengalaman masa lalu, tetapi juga keterampilan dan bekal untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
(Red/An)
