Direktur PDAM TBS Segera Diumumkan, Publik Minta Bebas dari Bayang-Bayang Politik

Ulasanrakyat.com – Lubuklinggau. Menjelang pengumuman resmi Direktur Utama PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026-2031, sorotan publik terhadap proses seleksi semakin menguat. Penetapan sosok yang akan memimpin perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut kini dinilai bukan sekadar pengisian jabatan strategis, melainkan menjadi ujian nyata kepiawaian Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, dalam menempatkan kepentingan masyarakat di atas berbagai kepentingan lainnya.

Di tengah proses yang memasuki tahap akhir, suara masyarakat mulai bermunculan. Harapan besar disampaikan agar direktur yang terpilih nantinya benar-benar mampu menyelesaikan persoalan klasik yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga, yakni buruknya distribusi air bersih dan pelayanan pelanggan.

Bagi sebagian masyarakat, keputusan yang akan diambil wali kota bersama panitia seleksi akan menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang berkembang selama ini. Publik berharap proses seleksi berjalan objektif dan menghasilkan pemimpin profesional yang memiliki rekam jejak, kompetensi, serta keberanian melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh PDAM Tirta Bukit Sulap.

Almusri (45), warga Kecamatan Lubuklinggau Utara I, mengaku kecewa dengan kondisi pelayanan air bersih yang hingga kini masih jauh dari harapan masyarakat. Menurutnya, persoalan distribusi air di wilayahnya belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

“Kami meminta Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, segera menetapkan Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap yang definitif. Jangan sampai muncul penilaian negatif di tengah masyarakat bahwa penentuan pucuk pimpinan PDAM terindikasi karena janji politik atau hutang budi politik saat Pilkada. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang mampu menyelesaikan kemacetan distribusi air bersih dan memperbaiki pelayanan secara nyata,” ujar Almusri kepada awak media, Selasa (16/06/2026).

Menurut Almusri, masyarakat tidak lagi membutuhkan janji-janji perubahan. Warga hanya ingin melihat air mengalir lancar ke rumah-rumah mereka tanpa harus terus-menerus mengeluh setiap kali terjadi gangguan distribusi.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Kelurahan Mesat Seni, kawasan Wirakarya. Hingga saat ini, masyarakat mengaku masih sering menghadapi persoalan air yang tidak mengalir, bahkan pada waktu-waktu yang dianggap krusial untuk kebutuhan rumah tangga.

Jhoni, warga Wirakarya, mengatakan bahwa persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Lingkungan kami sudah sering mengalami air tidak mengalir. Karena itu kami berharap wali kota benar-benar selektif dalam memilih direktur. Sosok yang dipilih harus energik, berani bekerja, memiliki visi yang jelas dan keinginan kuat untuk memajukan PDAM Tirta Bukit Sulap. Jangan sampai masyarakat menilai bahwa yang terpilih hanya karena faktor kedekatan atau dugaan hutang budi politik sebagaimana isu yang beredar selama ini,” tegas Jhoni.

Sorotan masyarakat terhadap proses seleksi ini menunjukkan tingginya ekspektasi publik terhadap masa depan PDAM Tirta Bukit Sulap. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ketika pelayanan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga sektor usaha dan aktivitas ekonomi warga.

Pengamat menilai bahwa siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu membawa perubahan besar di tubuh perusahaan daerah tersebut. Tantangan yang dihadapi tidak ringan, mulai dari pembenahan jaringan distribusi, peningkatan pelayanan pelanggan, efisiensi manajemen, hingga pemulihan kepercayaan masyarakat yang selama ini kerap mengeluhkan kualitas layanan.

Karena itu, keputusan akhir yang akan diumumkan dalam waktu dekat diyakini menjadi salah satu momentum penting bagi kepemimpinan Wali Kota Lubuklinggau. Jika figur yang dipilih mampu membawa perubahan dan menjawab kebutuhan masyarakat, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan semakin menguat. Sebaliknya, jika persoalan pelayanan air bersih tetap berulang, maka sorotan masyarakat dipastikan akan semakin tajam.

Kini masyarakat Kota Lubuklinggau menunggu hasil akhir. Bukan hanya menunggu nama yang diumumkan sebagai Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026-2031, tetapi juga menunggu bukti bahwa kepentingan publik benar-benar menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil pemerintah daerah.

(Red/An)

Exit mobile version