Ulasanrakya.Com – Musi Rawas.
Pemadaman listrik akibat bencana alam seharusnya ditangani cepat, namun di Desa Petunang justru memicu kekecewaan. Respons lamban PLN dinilai mencerminkan buruknya pelayanan terhadap masyarakat di saat krisis.
Pelayanan PT PLN (Persero) kembali menuai sorotan tajam. Kali ini datang dari warga Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, yang mengeluhkan lambannya penanganan gangguan listrik pasca sambaran petir.
Peristiwa terjadi pada Jumat malam (27/03/2026), saat hujan disertai petir melanda wilayah tersebut. Akibatnya, sedikitnya lima rumah warga mengalami pemadaman listrik total. Hingga Sabtu (28/03/2026), kondisi tersebut belum juga mendapatkan penanganan langsung dari petugas PLN di lapangan.
Keluhan warga ini disampaikan kepada media ulasanrakyat.com. Mereka menilai pihak PLN tidak sigap dalam merespons laporan masyarakat, meskipun komunikasi telah dilakukan sejak awal kejadian.
Salah satu warga, Alpaza, mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali menghubungi petugas PLN melalui pesan WhatsApp. Ia melaporkan bahwa listrik di wilayahnya padam akibat tersambar petir.
“Saya sudah bilang ke petugas, lampu di tempat kami mati karena petir. Tapi malah ditanya, ‘mati semua ya kakak’. Saya jelaskan, tidak semua, hanya lima rumah,” ujar Alpaza.
Menurutnya, petugas PLN sempat memberikan respons bahwa laporan tersebut telah diteruskan. Namun, jawaban itu tidak diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.
“Iya kakak, sudah saya laporkan,” tulis petugas dalam pesan singkat.
Namun hingga waktu berlalu cukup lama, tidak ada satu pun petugas yang datang untuk melakukan pengecekan maupun perbaikan.
Merasa tidak mendapat kepastian, Alpaza kembali mengirim pesan lanjutan. Ia mempertanyakan alasan belum adanya tindakan dari PLN terhadap gangguan listrik yang terjadi.
“Saya tanya lagi, kenapa belum juga datang? Jawabannya, ‘banyak laporan, pak’. Tapi kami juga butuh listrik segera,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Kondisi ini membuat warga semakin kesal. Mereka menilai pelayanan PLN di Kabupaten Musi Rawas belum maksimal, terutama dalam menangani gangguan darurat yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Bagi warga, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan vital untuk aktivitas sehari-hari. Keterlambatan penanganan seperti ini dinilai sangat merugikan, terlebih jika terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Warga berharap pihak PLN tidak hanya cepat dalam merespons laporan secara administratif, tetapi juga sigap dalam tindakan nyata di lapangan. Mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap kinerja petugas agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Kasus ini menjadi cermin penting bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, kecepatan dan ketepatan respons bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.
(Red/An)
