Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas.
Langkah tegas ditunjukkan Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, dalam menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman obat dan makanan berbahaya. Hal ini terlihat saat dirinya menerima audiensi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, Kamis (9/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Rawas tidak akan mentolerir peredaran produk ilegal yang berpotensi merusak kesehatan masyarakat. Di tengah maraknya peredaran barang tanpa izin edar, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPOM dinilai menjadi langkah krusial.
Dalam audiensi itu, Bupati Hj. Ratna Machmud menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih masif dan terintegrasi hingga ke tingkat desa. Ia menginginkan adanya tindakan nyata, bukan hanya pengawasan administratif, melainkan juga edukasi langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Peredaran obat dan makanan ilegal harus menjadi perhatian bersama. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi menyangkut keselamatan masyarakat Musi Rawas,” tegasnya dengan nada serius.
Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya pada produk ilegal yang beredar di pasar, tetapi juga penjualan secara daring yang semakin sulit dikendalikan. Oleh karena itu, sinergi dengan BPOM harus diperkuat melalui langkah konkret, seperti inspeksi mendadak, sosialisasi intensif, hingga penindakan tegas terhadap pelaku pelanggaran.
Pihak BPOM Lubuklinggau dalam kesempatan tersebut menyampaikan kesiapan untuk mendukung penuh Pemkab Musi Rawas, baik melalui pengawasan rutin, pembinaan UMKM, maupun peningkatan literasi masyarakat terkait keamanan pangan dan obat-obatan.
Kerja sama ini diharapkan mampu menutup celah peredaran produk berbahaya yang kerap menyasar masyarakat tanpa disadari. Terlebih, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya izin edar dan standar keamanan produk.
Audiensi ini juga menjadi momentum penting dalam membangun sistem pengawasan terpadu antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Dengan keterlibatan semua pihak, peredaran produk ilegal diyakini dapat ditekan secara signifikan.
Langkah cepat dan responsif Bupati Ratna Machmud ini pun mendapat perhatian positif. Publik menilai, komitmen kepala daerah dalam isu kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap produk yang tidak terjamin keamanannya.
Dengan sinergi yang semakin kuat, Musi Rawas diharapkan tidak hanya mampu melindungi masyarakat dari bahaya produk ilegal, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem usaha yang sehat, aman, dan berdaya saing.
(Red/An)
