Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Musi Rawas tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Upacara yang berlangsung khidmat di halaman apel Pemkab Musi Rawas, Senin (4/5/2026), justru menjadi panggung penegasan komitmen bersama dalam menyelamatkan dunia pendidikan dari berbagai ancaman serius, mulai dari perundungan hingga penyalahgunaan narkoba.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, hadir langsung dalam upacara tersebut, bergabung bersama Wakil Bupati Musi Rawas, H. Suprayitno yang bertindak sebagai inspektur upacara, serta unsur Forkopimda, ASN, pelajar, dan masyarakat. Kehadiran Kapolres bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa aparat keamanan siap berdiri di garis depan menjaga dunia pendidikan.
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan Hardiknas tahun ini menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak bisa dibebankan hanya pada sekolah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk aparat penegak hukum.
Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang dibacakan inspektur upacara, ditegaskan pentingnya transformasi pendidikan yang inklusif dan kolaboratif. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.
Namun di balik semangat tersebut, Kapolres Musi Rawas mengingatkan adanya ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan. Ia secara tegas menyoroti maraknya perundungan (bullying), kekerasan di lingkungan sekolah, serta bahaya laten penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
“Momentum Hardiknas ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Dunia pendidikan harus benar-benar menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Kapolres menegaskan bahwa Polri tidak akan tinggal diam. Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pihaknya juga aktif melakukan pembinaan serta edukasi kepada pelajar sebagai langkah pencegahan dini.
“Polri siap mendukung dunia pendidikan, baik melalui program pembinaan maupun menjaga situasi kamtibmas agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi kuat antara kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, tanpa kolaborasi yang solid, berbagai persoalan seperti bullying dan penyalahgunaan narkoba akan terus menjadi ancaman serius yang merusak masa depan generasi muda.
Lebih jauh, Kapolres menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama. Nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, hingga disiplin berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini agar pelajar tidak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga memiliki integritas.
“Ini bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi bagaimana kita membentuk karakter generasi penerus bangsa yang kuat, beretika, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Peringatan Hardiknas 2026 di Musi Rawas akhirnya menjadi lebih dari sekadar upacara. Ia menjelma menjadi momentum refleksi sekaligus seruan tegas bahwa masa depan pendidikan membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, sinergi lintas sektor menjadi kunci. Dan dari Musi Rawas, pesan itu disuarakan dengan jelas: pendidikan harus aman, bersih dari kekerasan, dan menjadi ruang tumbuh terbaik bagi generasi bangsa.
(Red/An)
