Ulasanrakyat.Com — Jakarta. Sebanyak 62 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Musi Rawas (FEB UNMURA) mengikuti kunjungan edukasi ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) pada Jumat, 29 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai pelayanan publik, pengawasan pemerintahan, serta penguatan tata kelola yang bersih dan transparan.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami peran Ombudsman RI sebagai lembaga negara yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik agar berjalan adil, profesional, serta terbebas dari praktik maladministrasi.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa FEB UNMURA didampingi oleh jajaran pimpinan dan dosen, yakni Subianto, SE., M.Si (Dekan), Rian Oktavianie, SE., M.Si (Kaprodi Akuntansi), Yuli Herawati, SE., M.Ling (Sekprodi Bisnis Digital), Dina Nellysa, SE., Ak., CA., M.Ak (Dosen Pendamping Akuntansi), Riswanda Imawan Lingga, SE., MM (Dosen Pendamping Bisnis Digital), serta Sulis Wibowo, SP (Tenaga Kependidikan Pendamping).
Dalam sesi utama, mahasiswa mendapatkan pemaparan materi dari Yustus Yoseph Maturbongs selaku Kepala Keasistenan Utama III. Ia menyampaikan materi bertajuk “Peran Ombudsman RI dan Transformasi Digital Pengaduan Pelayanan Publik”.
Materi tersebut membahas fungsi Ombudsman dalam mengawasi layanan publik di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, perizinan, hingga administrasi pemerintahan. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai bentuk maladministrasi, seperti pelayanan berbelit-belit, penundaan tanpa kepastian, hingga penyalahgunaan wewenang.
Selain itu, mahasiswa turut dibekali pemahaman mengenai mekanisme pelaporan ke Ombudsman RI apabila menemukan pelayanan publik yang tidak sesuai aturan, termasuk syarat pengaduan, alur pemeriksaan laporan, serta bagaimana rekomendasi Ombudsman dapat mendorong perbaikan layanan di instansi terkait.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber Fauziah Kurniati, S.K.Pm., CPS., CHCS, C.SMS dengan materi “Transformasi Bisnis Digital”. Materi ini dinilai relevan dengan perkembangan dunia usaha dan tantangan industri saat ini, khususnya dalam membangun ekosistem bisnis yang adaptif terhadap teknologi.
Mahasiswa mendapatkan perspektif bahwa transformasi digital tidak hanya berpengaruh pada sektor bisnis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam reformasi pelayanan publik yang cepat, efektif, dan akuntabel.
Kunjungan berlangsung dalam suasana interaktif. Mahasiswa aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada narasumber. Banyak mahasiswa mengaku memperoleh wawasan baru bahwa pengawasan pelayanan publik bukan hanya tugas lembaga negara, melainkan juga membutuhkan peran aktif masyarakat, termasuk generasi muda.
Melalui kegiatan ini, FEB UNMURA berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam aspek akademik, namun juga memiliki kepedulian terhadap kualitas pelayanan publik, menjunjung nilai integritas, serta berani menyuarakan kebenaran demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan melayani.
(Red/An)
