Ulasanrakyat.Com – Bandung. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Musi Rawas (UNMURA) tak ingin berjalan di tempat. Di tengah tuntutan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan berbasis capaian, FEB UNMURA mengambil langkah konkret dengan melakukan benchmarking ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, Rabu (28/01/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari strategi besar memperdalam implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) sekaligus membangun tata kelola organisasi kemahasiswaan yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi prestasi.
Rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FEB UNMURA, Subianto, SE., M.Si, didampingi pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta pengelola kemahasiswaan. Sebanyak 62 mahasiswa turut diberangkatkan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual, agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat praktik nyata pengelolaan akademik dan organisasi mahasiswa di kampus yang telah lebih dahulu mapan.
Kedatangan FEB UNMURA disambut resmi oleh jajaran pimpinan FEB UNPAS. Hadir mewakili Dekan FEB UNPAS Dr. H. Juanim, SE., M.Si, yakni Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, Alumni, Agama dan Budaya, Dr. Ina Ratnamiasih, SE., M.Si; Wakil Dekan Bidang Perencanaan Sumber Daya, Keuangan dan Teknologi Informasi, Mochammad Ridwan, SE., M.Si., Ak., CA., CPA; serta Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Dana Usaha, Dr. Endang Rostiana, SE., M.T.
Turut hadir pula para Ketua dan Sekretaris Program Studi S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Ekonomi Pembangunan, dan S1 Bisnis Digital, serta koordinator organisasi mahasiswa FEB UNPAS.
Dalam sesi akademik, FEB UNPAS memaparkan secara komprehensif bagaimana kurikulum OBE diterapkan lintas program studi secara terintegrasi. Pembahasan dimulai dari penyusunan profil lulusan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga pemetaan CPL ke Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK.
Tak hanya itu, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE dan sistem evaluasi pembelajaran yang terukur menjadi fokus utama. Semua dirancang agar capaian mahasiswa benar-benar dapat diukur, bukan sekadar administratif.
FEB UNPAS juga memaparkan penerapan student-centered learning melalui pendekatan case method dan project-based learning. Integrasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) seperti magang industri, kewirausahaan, asistensi mengajar, dan proyek sosial yang dikonversi ke dalam SKS menjadi contoh nyata bagaimana kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan lapangan.
Namun benchmarking ini tidak hanya berhenti pada aspek akademik. Salah satu poin yang menjadi perhatian serius FEB UNMURA adalah tata kelola organisasi kemahasiswaan.
FEB UNPAS menjelaskan sistem pembinaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA) yang berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan. Organisasi mahasiswa tidak dibiarkan berjalan tanpa arah, melainkan dibina melalui pendampingan dosen pembina, kaderisasi kepemimpinan yang sistematis, serta evaluasi program kerja berbasis indikator kinerja.
Diskusi juga menyentuh pengelolaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), strategi peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat regional dan nasional, pendampingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga penguatan soft skills dan karakter sebagai bagian dari capaian pembelajaran nonakademik.
Dekan FEB UNMURA, Subianto, SE., M.Si, menegaskan bahwa UNPAS dipilih karena dinilai berhasil mengintegrasikan kurikulum OBE dengan pembinaan organisasi mahasiswa yang aktif dan produktif.
“Kami melihat FEB UNPAS mampu menyinergikan kurikulum OBE dengan penguatan organisasi kemahasiswaan. Ini bukan hanya soal dokumen kurikulum, tetapi bagaimana implementasinya berdampak pada kompetensi dan prestasi mahasiswa. Praktik baik ini akan menjadi referensi penting dalam pengembangan kebijakan akademik dan kemahasiswaan di FEB UNMURA,” tegasnya.
Menurutnya, reformasi kurikulum harus diiringi dengan penguatan karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Tanpa organisasi mahasiswa yang sehat dan produktif, capaian pembelajaran nonakademik akan sulit diwujudkan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, FEB UNMURA dan FEB UNPAS juga mempererat kerja sama antar perguruan tinggi dalam bidang akademik dan kemahasiswaan. Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen bersama meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang selaras dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), kebijakan MBKM, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Turut mendampingi kegiatan ini antara lain Subianto, SE., M.Si (Dekan FEB UNMURA), Rian Oktavianie, SE., M.Si (Ketua Prodi Akuntansi), Yuli Herawati, SE., M.Ling (Sekretaris Prodi Bisnis Digital), Dina Nellysa, SE., Ak., CA., M.Ak (Dosen Pendamping Akuntansi), Riswanda Imawan Lingga, SE., MM (Dosen Pendamping Bisnis Digital), serta Sulis Wibowo, SP (Tendik Pendamping).
Benchmarking ini menjadi sinyal kuat bahwa FEB UNMURA tengah melakukan konsolidasi besar menuju fakultas yang adaptif, akuntabel, dan berdaya saing. Bukan hanya mencetak lulusan yang lulus tepat waktu, tetapi lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia profesional.
(Red/An)
