Ulasanrakyat.com – Muara Beliti.
Pemadaman listrik kembali dikeluhkan warga Desa Suro, kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Hingga lebih dari dua jam pada Jumat (25/9/2026), aliran listrik belum juga kembali normal sehingga menimbulkan keresahan dan kerugian bagi warga.
Kondisi tersebut membuat aktivitas rumah tangga terganggu. Tidak hanya penerangan dan peralatan elektronik yang tidak dapat digunakan, warga juga mengaku mengalami kerugian karena sejumlah kebutuhan rumah tangga bergantung pada pasokan listrik.
Salah seorang warga Desa Suro, Mulkan (59), mengaku geram dengan pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama tersebut.
Menurutnya, pemadaman listrik bukan sekadar persoalan lampu mati. Dampaknya dapat merembet ke berbagai kebutuhan warga, terutama mereka yang menyimpan bahan makanan di dalam kulkas maupun menjalankan aktivitas yang membutuhkan listrik.
“Kami merasa dirugikan dengan mati lampu ini,” ujar Mulkan.
Ia menyebut, kondisi kulkas yang tidak mendapatkan aliran listrik membuat bahan makanan yang tersimpan di dalamnya mulai terdampak.
“Kulkas cair, dalam kulkas ayam agak membusuk dan sayur-mayur terganggu,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Mulkan juga mengaku mengalami kerugian pada ayam yang baru lahir karena membutuhkan penerangan dan kehangatan dari lampu.
“Anak ayam yang baru lahir mati karena memakai lampu,” tambahnya.
Mulkan juga mempertanyakan pelayanan perusahaan listrik negara ketika terjadi gangguan. Ia menilai masyarakat selama ini telah memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan, termasuk membayar tagihan listrik tepat waktu.
“Kami bayar tidak pernah telat, tapi kalau terlambat bayar didenda,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan warga yang menginginkan adanya pelayanan yang cepat dan informasi yang jelas ketika terjadi pemadaman.
Bagi pelanggan, kepastian informasi menjadi penting, terutama apabila pemadaman berlangsung cukup lama. Warga setidaknya membutuhkan penjelasan mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, serta perkiraan waktu listrik kembali menyala.
Terkait pemadaman listrik yang dikeluhkan warga tersebut, awak media telah berupaya meminta keterangan kepada Manager PT PLN (Persero) ULP Muara Beliti, yang berkantor di Desa Muara Beliti Baru, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Manager PLN ULP Muara Beliti belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan wartawan mengenai penyebab pemadaman dan lamanya gangguan listrik pada Jumat (25/09/2026).
Belum adanya jawaban tersebut membuat penyebab pasti pemadaman maupun langkah penanganan dari pihak PLN belum dapat dikonfirmasi.
Media ini tetap membuka ruang bagi pihak PT PLN (Persero) ULP Muara Beliti untuk memberikan penjelasan, termasuk mengenai penyebab gangguan, wilayah yang terdampak, upaya penanganan, serta estimasi normalisasi jaringan.
Pemadaman listrik memang dapat terjadi akibat berbagai faktor teknis maupun kondisi jaringan. Namun, bagi masyarakat sebagai pelanggan, informasi yang cepat dan transparan menjadi bagian penting dari pelayanan, terlebih ketika gangguan berlangsung hingga berjam-jam.
Keluhan warga Desa Suro ini pun menjadi perhatian karena dampak pemadaman tidak hanya dirasakan dari sisi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menyentuh kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Warga berharap gangguan segera ditangani dan pasokan listrik kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.
(Red/An)
