Literasi Energi Menguat: Medco E&P dan PWI Musi Rawas Soroti Krisis Produksi Migas dan Peran Media

Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas.
Di tengah tantangan besar sektor energi nasional, PT Medco E&P Indonesia bersama PWI Musi Rawas menggelar temu bincang yang tak sekadar mempererat silaturahmi, tetapi juga membuka wawasan kritis tentang kondisi migas Indonesia saat ini. Kegiatan berlangsung di Kafe & Resto Sebroyot, Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Rabu (08/04/2026) pukul 10.15 WIB.

Diskusi ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama, khususnya di kalangan insan pers, tentang krisis produksi migas yang tengah dihadapi Indonesia.

Ericka Lestari Dewi A., Lead Field Relation Support Medco E&P Indonesia, secara lugas memaparkan bahwa Indonesia kini bukan lagi negara pengekspor minyak, melainkan telah menjadi pengimpor.

“Produksi kita sekitar 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari. Ini gap besar yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa penurunan produksi terjadi secara bertahap, sementara konsumsi terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Kondisi ini berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.

Lebih jauh, Ericka mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi mulai dari diri sendiri dalam menyikapi penggunaan energi secara bijak.

“Kita harus sadar, energi itu tidak instan. Butuh proses panjang dari hulu hingga menjadi BBM yang kita gunakan sehari-hari. Maka hemat energi adalah bentuk kontribusi nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa hasil produksi migas sejatinya kembali untuk masyarakat melalui mekanisme negara, termasuk bagi daerah penghasil.

Sementara itu, Awamsyah dari SKK Migas Sumbagsel menegaskan bahwa kondisi migas Indonesia saat ini jauh berbeda dibanding masa kejayaan tahun 1990-an.

“Dulu produksi kita melimpah, sekarang justru menurun drastis. Dampaknya sangat luas, dari ekonomi hingga ketergantungan impor,” jelasnya.

Menurutnya, jika tidak ada upaya serius menjaga produksi, maka beban negara akan semakin besar karena harus mengimpor energi dalam jumlah tinggi.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sektor energi.

Dari sisi global, Coordinator Media Relations Medco E&P, Heri Ruslan, mengingatkan bahwa krisis energi juga dipengaruhi faktor geopolitik dunia.

“Konflik di Timur Tengah berdampak pada distribusi minyak dunia. Sekitar 30 persen jalur distribusi terganggu, dan ini memicu kenaikan harga BBM di berbagai negara,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa negara-negara ASEAN seperti Singapura, Vietnam, dan Thailand telah lebih dulu menaikkan harga BBM akibat tekanan global tersebut.

“Ini harus menjadi alarm bagi kita bahwa energi adalah sektor vital. Tanpa energi, aktivitas masyarakat akan lumpuh,” tegasnya.

Heri juga mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang terkait industri migas.

“Media adalah mitra strategis. Kami berharap setiap informasi yang disampaikan dapat melalui verifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” katanya.

Ketua PWI Musi Rawas, Jhuan Silitonga, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas wartawan, terutama dalam memahami sektor migas secara lebih komprehensif.

“Melalui kegiatan ini, wartawan tidak hanya mendapat informasi, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas tulisan dan memahami dampak nyata industri migas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong anggota PWI untuk aktif mengikuti program penulisan dan kompetisi yang diinisiasi, sebagai bentuk pengembangan profesionalisme.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu energi yang kini semakin relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan doa bersama, menegaskan komitmen sinergi antara Medco E&P, SKK Migas, dan insan pers dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Medco E&P, SKK Migas Sumbagsel, Ketua PWI Musi Rawas Jhuan Silitonga, Ketua PWI Kota Lubuklinggau, Ketua SMSI Kota Lubuklinggau, serta anggota PWI Kabupaten Musi Rawas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemahaman yang lebih kuat bahwa krisis energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

(Red/An)

Exit mobile version