Petani Sawit di Musi Rawas Diminta Jemput Program Pemerintah, KTNA TPK Soroti Bantuan Pupuk Hingga Pascapanen

Ulasanrakyat.com – Musi Rawas.
MUSI RAWAS – Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Kabupaten Musi Rawas, menggelar rapat koordinasi penting terkait penguatan program pertanian dan perkebunan rakyat, Selasa (13/05/2026).

Rapat yang berlangsung di Kantor UBPT Kecamatan TPK tersebut menjadi momentum konsolidasi seluruh kelompok tani dan nelayan dalam menyambut berbagai program bantuan pemerintah yang dinilai sangat strategis bagi peningkatan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.43 WIB dan dihadiri para pengurus kelompok tani, perwakilan petani sawit rakyat, hingga unsur pendamping pertanian di lingkungan Kecamatan TPK.

Dalam arahannya, Ketua KTNA Kecamatan TPK, Saiful Anwar, menegaskan bahwa kelompok tani tidak boleh pasif menunggu bantuan turun dari pemerintah. Menurutnya, seluruh kelompok harus aktif “menjemput program” agar berbagai bantuan dan dukungan pemerintah benar-benar dapat dirasakan masyarakat petani.

“Program pemerintah ini harus dijemput. Kelompok tani harus aktif, kompak, dan memahami mekanisme agar bantuan bisa tepat sasaran dan bermanfaat bagi petani,” tegas Saiful Anwar dalam rapat tersebut.

Ia menjelaskan, fokus utama pembahasan rapat kali ini menyangkut pengembangan perkebunan sawit rakyat, mulai dari pembukaan lahan, pengelolaan pascapanen, hingga bantuan pupuk dan obat-obatan pertanian yang sangat dibutuhkan petani saat ini.

Menurut Saiful, sektor perkebunan sawit rakyat memiliki potensi besar dalam menopang ekonomi masyarakat Musi Rawas. Namun di sisi lain, petani masih menghadapi berbagai persoalan klasik seperti tingginya harga pupuk, perawatan kebun yang belum maksimal, hingga produktivitas yang belum stabil.

Karena itu, ia berharap seluruh kelompok tani di Kecamatan TPK mampu bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah demi meningkatkan hasil produksi serta kesejahteraan petani.

“Kalau kelompok tani bergerak bersama, maka peluang bantuan pemerintah akan lebih besar. Ini demi kemajuan petani sawit rakyat kita,” ujarnya.

Rapat tersebut juga menjadi ajang diskusi berbagai persoalan lapangan yang selama ini dihadapi petani dan nelayan. Sejumlah peserta menyampaikan harapan agar pemerintah terus memperhatikan kebutuhan dasar petani, terutama ketersediaan pupuk subsidi, akses alat pertanian, serta pendampingan teknis di lapangan.

Suasana rapat berlangsung serius namun penuh semangat. Para peserta terlihat antusias mengikuti pembahasan karena program yang dibicarakan dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat tani di Kecamatan TPK.

Dengan adanya koordinasi dan penguatan kelembagaan kelompok tani melalui KTNA, diharapkan petani di Musi Rawas semakin siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern sekaligus mampu memanfaatkan peluang bantuan pemerintah secara maksimal.

(Red/An)

 

Exit mobile version