Seleksi Ketat Warga Binaan Pekerja, Lapas Narkotika Muara Beliti Perkuat Pembinaan Menuju Kemandirian

Ulasanrakyat.com – Muara Beliti.
Upaya menciptakan warga binaan yang disiplin, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat terus diperkuat oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bagi warga binaan yang akan maupun sedang menjalankan tugas kerja di lingkungan lapas, Rabu (17/06/2026).

Sidang TPP menjadi tahapan penting dalam menentukan siapa saja warga binaan yang layak mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kerja. Melalui mekanisme ini, pihak lapas memastikan bahwa setiap warga binaan yang ditempatkan pada program kerja telah memenuhi sejumlah kriteria, mulai dari perilaku, kedisiplinan, kemampuan, hingga perkembangan pembinaan yang telah dicapai selama menjalani masa pidana.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dan anggota Tim Pengamat Pemasyarakatan. Dalam sidang itu, berbagai usulan penempatan warga binaan pekerja dibahas secara mendalam guna menghasilkan keputusan yang objektif dan tepat sasaran.

Bagi Lapas Narkotika Muara Beliti, program kerja bukan sekadar aktivitas pengisi waktu. Lebih dari itu, program tersebut menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan keterampilan, serta pembelajaran tanggung jawab yang nantinya akan menjadi bekal penting saat warga binaan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Setiap warga binaan yang diusulkan untuk bekerja harus melewati proses evaluasi menyeluruh. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kepribadian, sikap, kepatuhan terhadap aturan, kemampuan teknis, hingga kesungguhan dalam mengikuti program pembinaan yang telah diberikan oleh petugas lapas.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik), menegaskan bahwa Sidang TPP merupakan instrumen penting dalam menentukan arah kebijakan pembinaan warga binaan.

Menurutnya, keputusan penempatan warga binaan dalam kegiatan kerja tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena menyangkut efektivitas program pembinaan yang sedang dijalankan.

“Sidang TPP menjadi wadah untuk melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi terhadap warga binaan yang akan ditempatkan pada kegiatan kerja. Penempatan tersebut harus mempertimbangkan perilaku, kemampuan, serta perkembangan pembinaan yang telah dicapai sehingga dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan warga binaan dalam berbagai kegiatan kerja merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang menjadi salah satu fokus utama Sistem Pemasyarakatan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diajarkan pentingnya disiplin, etos kerja, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.

Program ini juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana. Dengan demikian, peluang untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat menjadi semakin terbuka.

Pelaksanaan Sidang TPP sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan di Lapas Narkotika Muara Beliti dilakukan secara profesional, terukur, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi yang objektif sehingga mampu mendorong terciptanya iklim pembinaan yang sehat dan produktif.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, serta mampu menjalankan fungsi sosialnya secara bertanggung jawab setelah bebas nanti.

Dengan terlaksananya Sidang TPP ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang berkualitas dan berdampak nyata. Melalui seleksi yang ketat dan terukur, program pembinaan diharapkan mampu menghasilkan warga binaan yang tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kesiapan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

(Red/An)

Exit mobile version