Ulasanrakyat.Com — Lubuklinggau. Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas (FP UNMURA) melalui Program Studi Peternakan dan Program Studi Agribisnis resmi menjalin kerja sama strategis dengan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Aula BIB Lembang pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BIB Lembang, jajaran pejabat terkait, serta pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa FP UNMURA.
Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, S.Pt., MP, menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut dan menegaskan komitmen BIB Lembang dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, khususnya pada bidang peternakan dan agribisnis.
“BIB Lembang siap memfasilitasi berbagai kegiatan, mulai dari penelitian bersama, magang mahasiswa, pelatihan dosen, hingga pemanfaatan laboratorium serta fasilitas pendukung lainnya,” ujar Gun Gun Gunara.
Sementara itu, Ketua Program Studi Peternakan FP UNMURA, Ir. Teguh Karyono, S.Pt., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan lembaga penelitian terapan.
“Kerja sama ini mencakup tiga aspek utama, yakni riset kolaboratif, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pemanfaatan sarana dan prasarana laboratorium. Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta penerapan ilmu di lapangan,” jelasnya.
Dalam implementasinya, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan riset bersama yang berfokus pada pemuliaan ternak, teknologi reproduksi, manajemen peternakan, hingga penguatan agribisnis berbasis peternakan.
Selain itu, kerja sama juga mencakup program pengembangan SDM melalui kegiatan magang mahasiswa, kuliah tamu, pelatihan teknis, serta peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan.
Akses terhadap laboratorium dan fasilitas BIB Lembang juga menjadi salah satu poin penting dalam kerja sama ini. Mahasiswa dan dosen FP UNMURA diharapkan dapat memperoleh pengalaman praktis sekaligus mengenal teknologi modern di bidang inseminasi buatan dan bioteknologi reproduksi ternak.
Ir. Teguh Karyono menambahkan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan, sekaligus memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan industri peternakan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan serta laboratorium berstandar nasional,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan kunjungan ke fasilitas laboratorium BIB Lembang sebagai langkah awal implementasi kerja sama yang berkelanjutan.
(Red/An)
