Warga Dusun VII Desa Suro Murka, Usaha Bangkrut Diduga Akibat Serbuan Lalat Kandang Ayam: “DLH Punya Mata Tapi Buta”

Ulasanrakyat.com – Musi Rawas.
Keresahan warga Dusun VII Tribina Bali, Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, kini mencapai puncaknya. Puluhan masyarakat disebut sudah tidak lagi mampu menahan dampak dugaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan aktivitas kandang ayam di wilayah mereka.

Sabtu (23/05/2026), seorang warga bernama Tofik dengan nada kesal meluapkan kekecewaannya kepada awak media. Ia menilai Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak serius menangani keluhan masyarakat yang sudah berulang kali disampaikan.

“Percuma melapor sama DLH Musi Rawas. Dia punya mata tapi buta, punya telinga tapi tuli,” tegas Tofik.

Menurutnya, keberadaan kandang ayam yang berada dekat pemukiman warga telah menimbulkan gangguan serius, terutama serangan lalat yang dinilai merusak kenyamanan hingga mematikan usaha masyarakat.

Tofik menyebut, berdasarkan aturan maupun SOP, lokasi kandang ayam seharusnya berada sekitar satu hingga dua kilometer dari kawasan permukiman warga. Namun fakta di lapangan, aktivitas kandang ayam justru berada dekat lingkungan masyarakat Dusun VII.

“Kalau mau pakai SOP, ini salah semua. Entah siapa di belakang pengusaha kandang ayam itu kami tidak tahu, sebab kami lihat seperti kebal hukum,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penggunaan blower di kandang ayam yang dinilai tidak menyelesaikan persoalan. Menurutnya, saat masa panen tiba, lalat tetap menyerbu permukiman warga dalam jumlah besar.

“Kalau lagi panen, lalatnya ke mana-mana. Sangat mengganggu masyarakat di sini,” katanya.

Dampak paling dirasakan, lanjut Tofik, terjadi pada sektor usaha kecil masyarakat. Ia mengaku restoran miliknya terpaksa tutup karena pelanggan merasa terganggu akibat banyaknya lalat.

“Saya dulu buka restoran. Pelanggan makan berebutan sama lalat. Akhirnya usaha kami bangkrut dan sekarang tutup,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Warga mengaku sudah dua kali melaporkan persoalan tersebut kepada DLH Musi Rawas. Bahkan mediasi pernah dilakukan, namun hingga kini mereka menilai belum ada tindakan nyata yang mampu menyelesaikan persoalan.

“Laporan kami ditanggapi, tapi hasilnya nihil. Tidak ada kepastian. Masih begini-begini saja,” katanya.
Kemarahan warga kini disebut semakin memuncak. Tofik mengingatkan, apabila persoalan terus dibiarkan tanpa solusi, dikhawatirkan masyarakat bisa bertindak di luar kendali.

“Kalau masyarakat sudah jenuh, takutnya bertindak anarkis. Bisa saja kandang ayam itu dibakar. Kami akan pakai cara kami sendiri karena ini sudah sangat mengganggu,” ucapnya.

Di wilayah tersebut, kata dia, terdapat sekitar delapan kandang ayam yang masih aktif beroperasi. Kondisi diperparah ketika beberapa kandang melakukan panen secara bersamaan.

“Sekarang saja baru satu kandang panen, lalat sudah sangat banyak. Bagaimana kalau delapan kandang panen bersamaan, mungkin
Dusun VII Tribina bali, Desa Suro, dipenuhi lalat,” keluhnya.

Ia juga menyebut para pengusaha kandang ayam bukan berasal dari warga Dusun VII Tribina Bali, bahkan ada yang berasal dari luar Kabupaten Musi Rawas.

Meski demikian, masyarakat mengaku tetap menginginkan penyelesaian secara baik-baik tanpa harus merugikan pihak lain.
“Kami tidak mau merusak usaha orang lain, tapi kami juga jangan dirusak mata pencaharian kami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Kampung VII Tribina Bali Desa Suro, Jamal, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait serangan lalat dari aktivitas kandang ayam tersebut.

Menurut Jamal, pihak pemerintah desa sudah beberapa kali memanggil pengusaha kandang ayam dan memfasilitasi mediasi bersama DLH Musi Rawas.

“Pengusaha kandang ayam sudah dua kali kami panggil. Kami juga sudah melakukan mediasi di kantor DLH antara masyarakat dan pihak usaha kandang ayam,” jelas Jamal.

Ia mengatakan pemerintah setempat terus berupaya mencari titik terang agar konflik antara masyarakat dan pengusaha kandang ayam tidak semakin memanas.

“Kami selaku pemerintah sudah berupaya mencari solusi supaya tidak ada lagi keluhan masyarakat di sekitar Kampung VII Tribina Bali Desa Suro,” pungkasnya.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada pihak pengusaha kandang ayam guna meminta keterangan terkait keluhan warga. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak satu pun pihak pengelola yang berhasil ditemui untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi.

(Red/An)

Exit mobile version