Ulasanrakyat.com — Jakarta.
Aksi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/08/2026), berlangsung dengan membawa kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam orasinya, salah satu mahasiswa menyampaikan kecaman tajam terhadap kinerja pemerintah yang dinilainya belum mampu memenuhi harapan masyarakat.
Di tengah aksi, orator mahasiswa melontarkan pernyataan keras. Ia menyebut tidak ada lagi alasan bagi bangsa dan rakyat Indonesia untuk merasa puas terhadap pemerintahan yang saat ini dipimpin Prabowo Subianto.
“Prabowo bedebah memang! Tidak ada satu pun lagi alasan bagi bangsa dan rakyat Indonesia untuk merasa puas terhadap pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto,” ungkap salah satu orator dalam aksi tersebut.
Pernyataan itu menjadi salah satu sorotan dalam aksi mahasiswa yang digelar di kawasan Bundaran HI. Kritik tersebut menggambarkan kekecewaan sebagian mahasiswa terhadap arah pemerintahan dan kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Menurut orator, persoalan yang dirasakan masyarakat tidak cukup dijawab dengan janji maupun narasi keberhasilan pemerintah. Ia menilai pemerintah harus mampu menunjukkan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
Dalam orasinya, mahasiswa bahkan menyebut Prabowo sebagai presiden yang gagal. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik politik terhadap kepemimpinan nasional.
Aksi di kawasan Bundaran HI tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan sikap kritis terhadap pemerintah. Mahasiswa menempatkan diri sebagai kelompok masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi jalannya pemerintahan serta menyuarakan keresahan publik.
Kritik keras yang disampaikan dalam aksi itu menunjukkan bahwa evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo terus menjadi perhatian di ruang publik. Bagi mahasiswa, pemerintah tidak hanya dituntut menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga harus mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Meski demikian, pernyataan mengenai kegagalan Presiden Prabowo tersebut merupakan pandangan dan sikap yang disampaikan oleh peserta aksi, bukan kesimpulan independen mengenai kinerja pemerintah.
Aksi mahasiswa di Bundaran HI pun menjadi pengingat bahwa suara kritik tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Pemerintah dituntut untuk mendengar aspirasi tersebut dan memberikan jawaban melalui kebijakan serta kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
(Red/An)
