Ulasanrakyat.Com – Muratara. Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban anak tenggelam di Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara. Di tengah suasana kehilangan itu, jajaran Polres Musi Rawas Utara menunjukkan kepedulian nyata dengan hadir langsung dalam kegiatan tahlilan sekaligus memberikan bantuan tali asih kepada keluarga korban, Minggu malam (26/4/2026).
Sebagai bentuk empati dan dukungan moril, Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili Kapolsek Rawas Ulu Iptu Hari Suharto, S.Pd., M.Si., bersama personel Polsek Rawas Ulu menghadiri tahlilan di rumah duka milik Bapak Syahril Yamin, orang tua korban, di Desa Sungai Baung.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah keluarga yang sedang berduka menjadi simbol bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat dalam situasi duka dan musibah.
Acara tahlilan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan berlangsung khidmat. Warga sekitar turut hadir memanjatkan doa bersama, berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Kasi Humas Polres Muratara, Ipda Muhammad Aliudin, S.H., menegaskan bahwa kehadiran jajaran Polsek Rawas Ulu merupakan bentuk perhatian langsung dari Kapolres Muratara kepada keluarga korban.
“Ini wujud Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tapi juga dalam duka masyarakat. Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya,” ungkap Ipda Muhammad Aliudin.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran polisi dalam peristiwa sosial seperti ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Tidak hanya menghadiri doa bersama, Kapolres Muratara melalui Kapolsek Rawas Ulu juga menyerahkan tali asih berupa paket sembako kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang tengah dirundung duka.
Bantuan sederhana namun penuh makna itu mendapat sambutan hangat dari keluarga korban dan warga sekitar. Di saat kehilangan menyisakan luka mendalam, perhatian dari aparat kepolisian menjadi penguat moril bagi keluarga.
Langkah humanis yang ditunjukkan jajaran Polres Muratara ini menjadi gambaran nyata bagaimana pendekatan kemanusiaan Polri mampu membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Dalam suasana penuh haru, kehadiran polisi bukan sebagai aparat berseragam semata, tetapi sebagai sesama manusia yang datang membawa empati.
Kegiatan tahlilan dan penyerahan bantuan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Warga Desa Sungai Baung mengapresiasi kepedulian tersebut dan berharap hubungan harmonis antara masyarakat dan kepolisian terus terjalin.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik tugas besar menjaga keamanan, aparat kepolisian juga memiliki peran sosial yang sangat penting: hadir memberi kekuatan saat masyarakat berada dalam kesedihan.
Dengan hadirnya Polres Muratara di rumah duka, pesan kemanusiaan itu tersampaikan dengan jelas bahwa empati adalah bagian dari pelayanan, dan bahwa masyarakat tidak sendirian ketika musibah datang.
(Red/An)
