Ulasanrakyat.com – Muara Beliti. Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus diperkuat. Kali ini, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Rizki Tarmuzi, memberikan penegasan keras kepada seluruh regu pengamanan agar meningkatkan kesiapsiagaan, disiplin, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Penegasan tersebut disampaikan melalui kegiatan Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) yang diikuti seluruh regu pengamanan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), sekaligus memperkuat sistem pengamanan agar tetap optimal.
Dalam arahannya, Rizki Tarmuzi menegaskan bahwa regu pengamanan merupakan benteng utama yang menentukan stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Karena itu, setiap personel dituntut memiliki kesiapan penuh dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, tanpa mengabaikan nilai profesionalisme dan integritas.
Menurutnya, keberhasilan sistem pengamanan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankan tugas di lapangan. Petugas harus mampu bekerja dengan disiplin tinggi, menjalin koordinasi yang solid antarregu, serta menjalankan tanggung jawab secara konsisten.
“Bintorwasdal ini merupakan sarana untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memastikan seluruh petugas pengamanan memahami dan melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan disiplin dan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan kondusif,” tegas Rizki Tarmuzi.
Tidak hanya memberikan arahan, kegiatan Bintorwasdal juga menjadi ruang evaluasi terbuka bagi setiap regu pengamanan. Berbagai kendala yang ditemui saat bertugas dibahas secara bersama guna mencari solusi terbaik, sehingga pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan profesional.
Evaluasi berkala ini dinilai penting karena tantangan pengamanan di lingkungan pemasyarakatan terus berkembang. Dengan komunikasi yang baik antara pimpinan dan petugas, setiap potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Pelaksanaan Bintorwasdal secara rutin juga menjadi bukti nyata komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengamanan. Penguatan disiplin, integritas, serta kepatuhan terhadap SOP menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem pengamanan yang modern, profesional, dan akuntabel.
Melalui langkah tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus berupaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, kondusif, sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan sesuai dengan prinsip-prinsip pemasyarakatan yang berintegritas.
(Red/An).
