Ketika Hati Mencari Jalan Pulang, Warga Binaan Lapas Muara Beliti Menjaga Asa Lewat Lantunan Hadroh.

Ulasanrakyat.com — Muara Beliti.
29 September 2026 di balik tembok pemasyarakatan, masa lalu bukan alasan untuk berhenti menatap masa depan. Bagi warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, kesempatan untuk berubah terus dibuka melalui berbagai kegiatan pembinaan, salah satunya lantunan Hadroh dan shalawat.

Dengan irama rebana yang dimainkan bersama, warga binaan mengikuti kegiatan Hadroh dalam suasana aman, tertib dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi ruang positif untuk mendekatkan diri kepada nilai-nilai religius sekaligus membangun rasa kebersamaan selama menjalani masa pembinaan.

Hadroh tidak sekadar menjadi aktivitas seni religi. Di dalamnya terdapat pesan tentang ketekunan, kebersamaan dan keinginan untuk memperbaiki diri. Lantunan shalawat menjadi bagian dari proses membangun kembali harapan di tengah keterbatasan.

Pembinaan kepribadian tersebut diarahkan agar warga binaan memiliki ruang untuk menumbuhkan kesadaran, memperkuat nilai keagamaan serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Sebab, perubahan tidak selalu dimulai dengan langkah besar. Terkadang, ia lahir dari hal sederhana—sebuah shalawat, irama rebana, dan hati yang mulai menyadari bahwa kesempatan untuk menjadi lebih baik masih terbuka.

Lapas Narkotika Muara Beliti terus memberikan ruang pembinaan agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal untuk menata kembali kehidupan.
Karena selama hati masih ingin berubah, jalan untuk pulang kepada kebaikan selalu terbuka.

(Red/An)

Exit mobile version