Ulasanrakyat.com – Muara Beliti. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus memperkuat komitmennya dalam membangun sistem pembinaan yang lebih berkualitas. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2026 yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam suasana penuh khidmat.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan guna meningkatkan kualitas pembinaan terhadap warga binaan. Tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup pembinaan kepribadian, pendidikan, penyuluhan, serta berbagai program pemberdayaan yang diharapkan mampu membentuk karakter warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui penandatanganan PKS tersebut, kedua belah pihak menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan menyentuh berbagai aspek kehidupan warga binaan. Program-program yang akan dijalankan nantinya diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan sistem pemasyarakatan modern. Menurutnya, kehadiran Muhammadiyah sebagai mitra strategis diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembinaan mental, spiritual, serta wawasan kebangsaan bagi warga binaan.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembinaan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Herdianto. Selasa (04/08/2026).
Kerja sama ini juga menjadi bukti bahwa proses pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi lebih jauh diarahkan untuk membentuk perubahan perilaku, meningkatkan keimanan, memperkuat karakter, serta menyiapkan warga binaan agar mampu kembali menjadi pribadi yang produktif dan diterima oleh masyarakat.
Dengan terjalinnya kemitraan antara Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Musi Rawas, diharapkan lahir berbagai program pembinaan yang inovatif dan berkesinambungan. Sinergi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata keterlibatan masyarakat dalam mendukung tujuan pemasyarakatan, yakni membina, memperbaiki, dan mengembalikan warga binaan sebagai insan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
(Red/An)
