Ulasanrakyat.com – Muara Beliti.
Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan bebas dari penyebaran penyakit menular terus menjadi perhatian serius Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penguatan Jejaring Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta skrining Tuberkulosis (TBC), Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan berbagai penyakit menular lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti diwakili oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), Yudha Cahyo Prabowo, yang mengikuti seluruh rangkaian materi sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum peningkatan kapasitas petugas pemasyarakatan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap penyakit menular yang berpotensi mengancam kesehatan penghuni lapas. Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala dan skrining yang tepat, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan sejak awal.
Selain peningkatan kompetensi petugas, Bimtek ini juga memperkuat jejaring koordinasi antara jajaran pemasyarakatan dengan instansi kesehatan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, terpadu, dan berkualitas bagi warga binaan.
Berbagai materi penting disampaikan para narasumber, mulai dari tata cara pelaksanaan skrining penyakit menular, mekanisme pelaporan hasil pemeriksaan, strategi pencegahan dan pengendalian penyakit, hingga penguatan sistem koordinasi dalam penanganan kasus kesehatan di lingkungan lapas.
Kasubsi Bimkemaswat Yudha Cahyo Prabowo menegaskan bahwa keikutsertaan Lapas Narkotika Muara Beliti dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Ilmu dan pemahaman yang kami peroleh akan menjadi bekal penting dalam mengoptimalkan pelaksanaan program kesehatan di dalam lapas. Dengan deteksi dini yang baik, penanganan penyakit menular dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan berkesinambungan sehingga kesehatan warga binaan maupun petugas tetap terjaga,” ujarnya Jumat (24/07/2026).
Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara optimal. Oleh karena itu, seluruh program pelayanan kesehatan akan terus diperkuat sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan lapas yang sehat, aman, dan humanis.
Melalui penguatan jejaring ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti berharap sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan semakin solid. Dengan demikian, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dan skrining penyakit menular dapat berjalan lebih efektif serta menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran TBC, HIV, maupun penyakit menular lainnya di lingkungan pemasyarakatan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan pembinaan kepribadian, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap perlindungan kesehatan seluruh warga binaan sebagai bagian dari pelayanan publik yang berkualitas.
(Red/An)
