Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Warga Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas kembali dibuat resah akibat pemadaman listrik yang terjadi di siang hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, aliran listrik padam sejak sekitar pukul 11.00 WIB dan hingga pukul 18.45 WIB belum juga menyala, Sabtu (24/01/2026).
Pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam di tengah aktivitas masyarakat tersebut dinilai sangat merugikan, terutama bagi warga yang menggantungkan mata pencaharian pada pasokan listrik. Di era digital saat ini, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan penopang utama berbagai usaha dan layanan berbasis teknologi.
Sejumlah warga mengeluhkan lumpuhnya jaringan internet saat listrik padam. Akibatnya, usaha fotokopi, penjualan online, hingga layanan administrasi tidak dapat beroperasi. Pedagang kecil pun turut terdampak, mulai dari penjual es yang membutuhkan pendingin, warung nasi yang menggunakan pemanas nasi listrik, hingga rumah tangga yang mengandalkan rice cooker (mejikom) untuk kebutuhan sehari-hari.
Ironisnya, pemadaman terjadi saat cuaca cerah tanpa hujan maupun angin kencang. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan profesionalitas PLN (Persero) wilayah Musi Rawas dalam menjaga stabilitas pasokan listrik.
“Kalau cuaca buruk kami masih bisa maklum. Tapi ini siang hari, cuaca cerah, tidak hujan, tidak angin. Tapi listrik mati lama. Ada apa sebenarnya dengan PLN di Musi Rawas?” keluh salah seorang warga Desa Suro.
Warga juga menyoroti pola pemadaman yang dinilai tidak wajar. Dalam beberapa waktu terakhir, listrik kerap mati-hidup secara berulang, bahkan dalam waktu singkat, sehingga memicu kerusakan peralatan elektronik dan menambah ketidaknyamanan pelanggan.
“Hampir tiap hari lampu mati. Kadang sebentar hidup, lalu mati lagi, seperti dipermainkan. Ini sangat mengganggu,” ungkap warga lainnya.
Lebih jauh, kekecewaan masyarakat mengarah pada manajemen PLN Musi Rawas. Salah satu warga secara terbuka menyampaikan keluhan terhadap kepemimpinan manajer PLN Musi Rawas yang saat ini dijabat oleh Isay. Warga menilai perlu adanya evaluasi serius terhadap kinerja manajemen PLN agar pelayanan kepada pelanggan dapat ditingkatkan.
“Masyarakat hanya ingin listrik stabil dan pelayanan yang layak. Kalau memang tidak mampu mengelola dengan baik, kami berharap ada pergantian dengan pimpinan yang lebih profesional,” tegasnya.
Warga Desa Suro berharap PLN (Persero) Musi Rawas segera memberikan penjelasan resmi terkait penyebab pemadaman berkepanjangan tersebut serta melakukan perbaikan nyata. Mereka menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.
Sebelum keresahan berkembang menjadi aksi protes yang lebih luas, masyarakat meminta pihak terkait segera bertindak demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan hak pelanggan atas pelayanan listrik yang andal dan berkelanjutan di Kabupaten Musi Rawas.
(Red/An)
