Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Gelap gulita seolah menjadi pemandangan rutin setiap malam di Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Jumat (13/02/2026) malam Sabtu diperkirakan pukul 00 :17 Wib. Tanpa hujan, tanpa angin kencang, tanpa petir, aliran listrik tetap padam. Kondisi ini membuat warga semakin geram dan mempertanyakan keseriusan pelayanan pihak PLN Musi Rawas.
Pemadaman yang disebut terjadi hampir setiap malam itu dinilai sudah melewati batas kewajaran. Listrik padam tanpa pemberitahuan, tanpa jadwal yang jelas, dan tanpa penjelasan resmi kepada pelanggan.
“Tidak ada hujan, tidak ada angin, tapi listrik sering mati malam hari. Ini sangat merugikan kami,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Lebih jauh, kondisi gelap gulita juga memicu kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan. Warga merasa was-was ketika penerangan jalan dan rumah mendadak padam tanpa kepastian kapan akan menyala kembali.
Ketidakpastian inilah yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap PLN Musi Rawas terus menurun. Warga menilai kurangnya komunikasi dan transparansi menjadi masalah utama yang belum juga dibenahi.
Kekecewaan masyarakat Desa Suro kini mengerucut pada pimpinan. Sejumlah warga secara terbuka menilai Manager PLN Musi Rawas tidak mampu bekerja maksimal dalam mengatasi persoalan yang terjadi berulang kali.
Menurut warga, jika gangguan disebabkan oleh faktor teknis, seharusnya ada perbaikan permanen, bukan pemadaman yang terus berulang setiap malam. Jika ada pemeliharaan jaringan, seharusnya ada pemberitahuan resmi agar masyarakat bisa bersiap.
“Kalau memang tidak bisa menjalankan tugas dengan baik, lebih baik diganti. Jangan masyarakat terus yang jadi korban,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Desakan agar dilakukan evaluasi dan pergantian manajer pun mulai mencuat. Warga menilai pembenahan manajemen menjadi langkah mendesak untuk memulihkan stabilitas pelayanan listrik di wilayah Kecamatan Muara Beliti.
Tuntutan Evaluasi Menyeluruh
Masyarakat Desa Suro menegaskan bahwa mereka tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya meminta hak dasar sebagai pelanggan: aliran listrik yang stabil dan pelayanan yang profesional.
Evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, peningkatan kualitas jaringan, serta respons cepat terhadap keluhan pelanggan menjadi tuntutan utama saat ini. Selain itu, keterbukaan informasi dinilai penting untuk mengembalikan rasa percaya publik.
Listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan vital yang menyangkut pendidikan, ekonomi, hingga keamanan. Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa solusi nyata, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik akan semakin tergerus.
Kini, warga Desa Suro menunggu langkah konkret dari PLN Musi Rawas. Apakah akan ada perubahan nyata, atau gelap gulita akan terus menjadi rutinitas malam hari?
(Red/An)
