Ulasanrakyat.com – Lubuklinggau. Di tengah kebutuhan masyarakat akan akses air bersih yang semakin meningkat, warga Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, justru dihadapkan pada kenyataan yang mengecewakan. Jaringan pipa PDAM Tirta Bukit Sulap yang telah terpasang sejak tahun 2025 di sepanjang Jalan Lintas Waringin hingga kini belum juga mengalirkan air kepada masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi sorotan warga yang merasa pembangunan jaringan pipa belum memberikan manfaat nyata. Mereka mempertanyakan kepastian sumber air dan jadwal pendistribusian kepada calon pelanggan yang telah lama menunggu pelayanan.
Yono, warga Komplek Tanah Merah yang didampingi sejumlah warga lainnya, mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak terkait mengenai operasional jaringan tersebut.
“Pemasangan pipa di sepanjang Jalan Lintas Waringin sudah dilakukan sejak tahun 2025, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan air akan dialirkan kepada pelanggan. Kami berharap ada kejelasan karena masyarakat sangat membutuhkan air bersih,” ujar Yono kepada awak media, Rabu (3/6/2026).
Keluhan warga tersebut mencerminkan persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Kota Lubuklinggau. Infrastruktur telah tersedia, namun manfaat yang diharapkan belum sepenuhnya dirasakan. Akibatnya, sebagian warga masih mengandalkan sumber air alternatif yang tidak selalu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Persoalan ini juga menjadi perhatian Feri Isrop SH, salah satu kandidat terkuat calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap. Saat menghadiri kegiatan di kawasan Waringin Lintas dan berdialog langsung dengan masyarakat, Feri mendengarkan berbagai aspirasi serta keluhan yang disampaikan warga terkait pelayanan air bersih.
Kepada awak media, Feri meminta masyarakat untuk tetap optimistis dan tidak khawatir mengenai persoalan jaringan maupun kualitas air yang nantinya akan didistribusikan kepada pelanggan.
“InsyaAllah apabila ke depan saya diberikan amanah untuk memimpin PDAM Tirta Bukit Sulap, kami akan melakukan berbagai terobosan terbaik untuk masyarakat Kota Lubuklinggau. Tujuannya agar pelayanan semakin maksimal dan PDAM mampu mendukung terwujudnya program Linggau Juara,” ungkap Feri.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi PDAM saat ini tidak hanya soal distribusi air, tetapi juga menyangkut tata kelola perusahaan, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan keuangan yang harus dibenahi secara menyeluruh dan profesional.
Feri menilai kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah harus dibangun melalui kerja nyata, keterbukaan informasi, serta pelayanan yang cepat dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
“Banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama. Namun saya yakin setiap masalah pasti memiliki jalan keluar. Yang terpenting adalah komitmen, transparansi, dan keberanian untuk melakukan perubahan demi kepentingan masyarakat. Kepercayaan publik harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan PDAM sejatinya bukan hanya sebagai perusahaan daerah yang berorientasi pada pendapatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi dengan baik.
Harapan warga kini tertuju pada lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa perubahan signifikan di tubuh PDAM Tirta Bukit Sulap. Masyarakat menginginkan pelayanan yang lebih profesional, distribusi air yang merata, serta kepastian terhadap berbagai proyek jaringan yang telah dibangun menggunakan anggaran publik.
Bagi warga Waringin dan Puncak Kemuning, persoalannya sederhana namun sangat penting: pipa telah terpasang, kini mereka hanya menunggu satu hal yang paling dinantikan, yakni air bersih benar-benar mengalir ke rumah-rumah warga.
Publik pun menaruh harapan besar agar berbagai persoalan yang selama ini membayangi PDAM Tirta Bukit Sulap dapat segera diselesaikan, sehingga pelayanan air bersih di Kota Lubuklinggau semakin baik, merata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
(Red/An)
