Tak Berhenti di Panen, Lapas Narkotika Muara Beliti Rawat Melon Inthanon Demi Wujudkan Pembinaan Berkelanjutan.

Ulasanrakyat.com – Muara Beliti.
Keberhasilan memanen melon varietas Inthanon tidak membuat Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti berhenti berinovasi. Justru setelah panen usai, jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) langsung bergerak melakukan serangkaian perawatan rutin sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan budidaya sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Berbeda dengan anggapan bahwa panen merupakan akhir dari sebuah proses pertanian, Lapas Narkotika Muara Beliti membuktikan bahwa tahapan pascapanen memiliki peran yang sama pentingnya. Perawatan yang dilakukan menjadi fondasi utama agar lahan tetap produktif dan siap menghadapi musim tanam berikutnya.

Petugas Giatja melaksanakan berbagai kegiatan pemeliharaan, mulai dari membersihkan area budidaya, memangkas tanaman yang telah selesai berproduksi, mengevaluasi kondisi media tanam, hingga melakukan perawatan terhadap sarana dan prasarana pertanian. Langkah tersebut dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas lingkungan budidaya sekaligus meminimalkan risiko gangguan pada siklus tanam selanjutnya.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, menegaskan bahwa pembinaan di bidang pertanian bukan sekadar menghasilkan panen, tetapi membentuk karakter warga binaan melalui proses yang berkesinambungan.

“Setiap tahapan budidaya memiliki nilai pembelajaran. Mulai dari menanam, merawat, memanen hingga melakukan pemeliharaan pascapanen merupakan bagian dari proses pembinaan. Melalui kegiatan ini warga binaan belajar tentang disiplin, tanggung jawab, ketelitian, serta pentingnya menjaga kualitas hasil pertanian,” ujarnya. Rabu (29/07/2026).

Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen yang diperoleh, tetapi juga dari keterampilan dan pengalaman yang dimiliki warga binaan setelah mengikuti seluruh proses budidaya.

Program pertanian yang dikembangkan Lapas Narkotika Muara Beliti juga menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan produktif yang memberikan bekal nyata bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat. Ilmu bercocok tanam yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha maupun bekerja di sektor pertanian setelah bebas nanti.

Komitmen tersebut terus diwujudkan melalui konsistensi petugas dalam melakukan pendampingan serta perawatan rutin terhadap lahan budidaya. Dengan demikian, kualitas tanaman pada musim berikutnya diharapkan semakin meningkat, sekaligus memastikan keberlangsungan program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian berjalan optimal.

Langkah ini menunjukkan bahwa Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Dari sebuah lahan pertanian sederhana, tumbuh harapan baru agar warga binaan memiliki keterampilan, etos kerja, dan kemandirian yang dapat menjadi bekal saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Ke depan, program budidaya melon Inthanon ini diharapkan terus berkembang menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian, sekaligus membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan mampu menghadirkan pembinaan yang produktif, edukatif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

(Red/An)

Exit mobile version