Penguatan Kota Layak Anak 2026, Sekda Lubuk Linggau Tekankan Evaluasi dan Percepatan Data Dukung

Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas.
Pemerintah Kota Lubuk Linggau terus memantapkan langkah dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat penguatan penyelenggaraan KLA yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuk Linggau, H. Trisko Defriyansa, mewakili Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, di Op Room Moneng Sepati Lantai 5 Pemkot Lubuk Linggau, Rabu (22/4/2026).

Rapat ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah lintas sektor, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menciptakan sistem pembangunan berbasis hak anak yang terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Sekda H. Trisko Defriyansa menegaskan bahwa evaluasi program menjadi kunci utama dalam meningkatkan capaian KLA. Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya melihat capaian sebelumnya sebagai formalitas, namun benar-benar melakukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program tahun 2024.

“Evaluasi ini bukan sekadar laporan, tetapi harus menjadi dasar dalam menyusun strategi yang lebih tepat sasaran. Kita ingin ada peningkatan nyata pada tahun 2026,” tegasnya.

Selain evaluasi, pemetaan program tahun 2025 juga menjadi fokus utama. Menurutnya, perencanaan yang matang akan sangat menentukan posisi Kota Lubuk Linggau dalam penilaian KLA ke depan. Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid, kota ini mampu naik ke kategori yang lebih tinggi.

Kota Layak Anak sendiri memiliki lima klaster utama yang menjadi indikator penilaian, yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang, hingga perlindungan khusus bagi anak.

Sekda juga secara tegas mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak bekerja secara sektoral. Ia menekankan pentingnya koordinasi aktif serta tindak lanjut terhadap poin-poin strategis yang menjadi indikator penilaian KLA.

Tak hanya itu, persoalan klasik seperti kelengkapan data dukung kembali menjadi sorotan. Sekda meminta OPD dan kecamatan segera melengkapi kekurangan data serta meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3APM) sebagai leading sector.

“Data dukung ini sangat menentukan. Jangan sampai kerja kita tidak maksimal hanya karena administrasi yang tidak lengkap,” ujarnya mengingatkan.

Rapat ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkot Lubuk Linggau, di antaranya Asisten III Bidang Administrasi Umum Herdawan, Kepala DP3APM Kunti Maharani, Kepala Diskominfotiksan Ervan Affansyah, Kepala Disdukcapil HM Muhammad Ikbal, Kepala Dinas Pariwisata Adiwena Rio Kunto, Kepala Dinas Perkim Febrio Fadilah, Kadinkes Marlinda Sari, Kepala DPPKB Deasy Novia, serta Kepala Dinas Sosial Hasan Andria.

Dengan penguatan komitmen, evaluasi menyeluruh, dan percepatan pemenuhan indikator, Pemerintah Kota Lubuk Linggau menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan berpihak pada tumbuh kembang anak sebagai generasi masa depan.

(Red/An)

Exit mobile version