Dugaan Nepotisme Menguat, Kades Lubuk Muda Disorot: Warga Ungkap Bantuan Diduga Tak Tepat Sasaran

Ulasanrakyat.Com — Musi Rawas. Gelombang kritik terhadap kinerja Kepala Desa Lubuk Muda, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, semakin mencuat setelah seorang warga Dusun III angkat bicara dan membongkar dugaan praktik penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran. Kepada awak media online, Selasa (02/12/2025), warga tersebut mengungkapkan sejumlah fakta yang memantik tanda tanya besar mengenai transparansi kepemimpinan di desa itu.

Warga yang meminta agar namanya dirahasiakan tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar bantuan desa justru diduga diberikan kepada keluarga kepala desa, keluarga perangkat desa, serta kelompok masyarakat yang sebelumnya menjadi pendukung saat pemilihan kepala desa.

“Yang dapat bantuan itu banyak dari keluarga kades, keluarga perangkat, dan orang-orang yang dulu dukung dia waktu Pilkades. Yang benar-benar butuh malah tidak diprioritaskan,” ungkapnya kepada wartawan.

Tidak hanya mengenai penyaluran bantuan, warga itu juga menyinggung sikap Kepala Desa Lubuk Muda yang disebut-sebut arogan ketika masyarakat mempertanyakan program atau kebijakan desa.

“Orangnya melawan dan merasa hebat. Kalau kita tanya soal bantuan atau pembangunan, dianggap mengganggu,” jelasnya.

Ia juga menyoroti gaya hidup sang kades yang menurutnya tidak selaras dengan kondisi pembangunan di desa.

“Mobilnya saja Fortuner. Tapi bangunan desa minim dan bantuan malah banyak diterima orang-orang mampu,” sambungnya.

Warga itu menegaskan bahwa sejumlah penerima bantuan justru berasal dari kalangan mampu, sementara warga yang membutuhkan tidak mendapatkan perhatian layak.

“Banyak yang mampu dapat bantuan, rumah bagus, kendaraan mewah. Sedangkan yang susah malah diabaikan,” tambahnya.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa penyaluran bantuan desa tidak dilakukan berdasarkan skala prioritas ekonomi masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Lubuk Muda belum memberikan jawaban terkait tudingan-tudingan tersebut. Awak media telah mencoba meminta klarifikasi melalui pesan messenger Akun Facebook Pemdes Lubuk Muda , namun tidak ada respons meski pesan terlihat terkirim.

Ketiadaan tanggapan tersebut menimbulkan pertanyaan publik dan membuat isu ini semakin ramai dibicarakan oleh masyarakat setempat.

Warga Dusun III itu berharap adanya audit dan pengawasan lebih ketat dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten agar dugaan penyimpangan tidak terus terjadi dan merugikan masyarakat desa.

“Kami cuma ingin bantuan tepat sasaran, pembangunan jelas, dan pemimpin yang adil untuk semua warga, bukan hanya kelompoknya,” tutupnya.

(Red/An)

Exit mobile version