Gitar Tunggal dari Muara Beliti Menggema di Langit Silampari: Abdullah “Dolet” Persembahkan Harmoni Budaya, Raih Juara III di Pekan Raya Musi Rawas

Ulasanrakyat.Com — Musi Rawas. Alunan gitar tunggal yang lembut namun sarat makna menggema di panggung Festival Seni Budaya Lanserasan Sekaten dalam rangka Pekan Raya Musi Rawas Mantab 2025. Di tengah semarak modernisasi, penampilan utusan Kecamatan Muara Beliti berhasil mencuri perhatian publik dan dewan juri lewat sajian musik tradisional penuh nilai budaya.

Dibawakan oleh Abdullah, atau yang akrab disapa Dolet putra terbaik dari Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, penampilan gitar tunggal ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi simbol kuat perjuangan untuk melestarikan seni budaya daerah Silampari yang selama ini hampir punah. Suara petikan gitar berpadu dengan vokal khas Dolet menghadirkan suasana nostalgia, membawa para penonton kembali ke akar tradisi masyarakat Musi Rawas.

Kegiatan berlangsung meriah di Agropolitan Center, Taman Beregam Kabupaten Musi Rawas, Rabu (15/10/2025). Ratusan penonton turut menyaksikan penampilan seni budaya dari berbagai kecamatan, namun gitar tunggal Muara Beliti tampil menonjol dengan ciri khas dan pesan moral yang mendalam.

Bagi Abdullah, keikutsertaan dalam festival bukan semata soal kompetisi, melainkan bentuk dedikasi terhadap warisan leluhur. Seni gitar tunggal dengan teknik petikan dan syair lokalnya merupakan ekspresi khas masyarakat Silampari yang dulu kerap mengiringi upacara adat dan hiburan rakyat.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa membawa nama Muara Beliti dan Kabupaten Musi Rawas. Juara tiga ini menjadi penyemangat untuk terus menjaga dan memperkenalkan kembali seni gitar tunggal kepada generasi muda,” ungkap Dolet usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, seni tradisi seperti gitar tunggal bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana penyampaian pesan sosial, nilai moral, serta filosofi kehidupan masyarakat dahulu kala. “Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?” ujarnya penuh semangat.

Festival Seni Budaya Lanserasan Sekaten menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Pekan Raya Musi Rawas Mantab 2025. Kegiatan ini dirancang untuk memberi ruang bagi para pelaku seni dan budaya lokal menampilkan karya mereka sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai tradisional.

Beragam penampilan mewarnai panggung malam itu, mulai dari tari daerah, teater rakyat, musik tradisional, hingga gitar tunggal khas Silampari. Semua disajikan dengan semangat kebersamaan dan rasa cinta terhadap tanah kelahiran.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menyambut baik semangat para peserta, termasuk dari Kecamatan Muara Beliti, yang tetap berkomitmen menjaga budaya daerah di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

Bagi masyarakat Silampari, gitar tunggal bukan sekadar alat musik. Ia adalah simbol jati diri dan kebanggaan lokal. Setiap petikan senar dan bait lagu menyimpan cerita tentang kehidupan masyarakat, cinta, perjuangan, dan kearifan lokal.

Kemenangan Abdullah (Dolet) menjadi Juara 3 menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan terus mengalir agar seni gitar tunggal tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menampilkan seni, tapi juga memperkuat identitas daerah. Ini bukti bahwa Musi Rawas kaya akan budaya yang patut dijaga bersama,” ujar salah satu panitia festival.


Meski hanya meraih juara tiga, semangat yang dibawa oleh utusan Kecamatan Muara Beliti justru menjadi inspirasi. Penampilan mereka menyadarkan banyak pihak bahwa pelestarian budaya tidak bisa ditunda lagi.

Dengan semangat Lanserasan Sekaten, kegiatan ini berhasil membangkitkan kembali kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan leluhur. Dolet dan gitar tunggalnya menjadi simbol bahwa budaya daerah bisa tetap hidup, berkembang, dan dibanggakan di tanah sendiri.

(Red/An)

Exit mobile version