Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Semangat kebersamaan kembali terlihat di Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Pada Sabtu (29/11/2025), Pemerintah Desa bersama warga menggelar gotong royong massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi masyarakat desa.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini mendapat sambutan luas dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya perangkat desa, namun tokoh masyarakat, pemuda, dan warga dari lintas usia turut ambil bagian. Mereka bersama-sama membersihkan rumput liar, memangkas ranting pohon, mengumpulkan sampah, hingga memperbaiki fasilitas makam yang mulai rusak.
Kepala Desa Muara Beliti Baru, Zaipul Basri, yang hadir langsung di lokasi gotong royong, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda rutin, namun juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya mempererat hubungan antarwarga.
“Membersihkan area TPU dari sampah, dedaunan kering, dan rumput liar sangat penting untuk menjaga kenyamanan bagi para peziarah. Selain itu, kami juga melakukan perbaikan kecil pada makam yang rusak seperti membersihkan nisan dan memperbaiki area sekitar makam,” ujar Zaipul.
Ia menambahkan bahwa gotong royong merupakan identitas masyarakat desa yang tidak boleh hilang. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antara aparatur desa dan seluruh elemen masyarakat.
“Manfaatnya bukan hanya menjaga kebersihan, tapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya merawat lingkungan, terutama TPU sebagai tempat peristirahatan terakhir keluarga kita,” lanjutnya.
Gotong royong ini berlangsung penuh kekompakan. Warga terlihat saling membantu membersihkan bagian demi bagian TPU, termasuk memotong kayu roboh, memangkas rumput yang meninggi, hingga merapikan jalan setapak menuju area makam. Suasana kebersamaan inilah yang membuat kegiatan berjalan lancar dan penuh makna.
Seorang Anggota BPD Desa Muara Beliti Baru yang ikut serta menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi warga. Ia menyebut kegiatan ini adalah tradisi yang harus terus dijaga.
“Kami ingin memastikan TPU tetap terawat dengan baik, karena ini adalah tempat peristirahatan terakhir keluarga dan kerabat kita. Tradisi ini rutin dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian,” ujarnya.
Gotong royong massal di TPU ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan penuh kekompakan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, TPU tidak hanya terawat, namun juga menjadi tempat yang layak dikunjungi oleh warga yang hendak berziarah, terutama pada momen-momen keagamaan atau peringatan keluarga.
Kepala Desa berharap semangat ini terus hidup dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat di Muara Beliti Baru.
“Kami berharap kegiatan ini bukan yang terakhir. Insyaallah gotong royong akan terus menjadi tradisi yang memperkuat rasa persatuan,” tutup Zaipul Basri.
(Red/An)
