Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Pemerintah Kabupaten Musi Rawas kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan kesehatan masyarakat berbasis desa. Hal itu ditandai dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Posyandu tingkat Provinsi Sumatera Selatan, yang diserahkan langsung oleh Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud, pada apel mingguan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Senin (05/01/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada Desa Purwakarya yang berhasil meraih Juara I lomba PHBS tingkat Provinsi Sumatera Selatan, serta Desa Sugih Waras yang meraih Juara Harapan I lomba Posyandu. Capaian ini dinilai bukan sekadar kemenangan lomba, melainkan bukti konkret bahwa kesadaran hidup bersih dan penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa mampu memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat.
Di hadapan peserta apel, Ratna Machmud menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur pemerintah yang telah bekerja optimal sepanjang tahun 2025. Namun, ia menegaskan bahwa prestasi yang diraih desa-desa berprestasi tersebut harus menjadi pemicu semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan disiplin, etos kerja, dan loyalitas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Pada tahun 2026, fokus kita harus lebih tajam pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Setiap program dan kegiatan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas Ratna Machmud. Menurutnya, keberhasilan PHBS dan Posyandu membuktikan bahwa pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat adalah kunci pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut menjadi semakin relevan ketika Bupati Musi Rawas mengingatkan adanya potensi pengurangan alokasi anggaran pada tahun 2026. Kondisi fiskal yang menantang itu, kata dia, menuntut seluruh perangkat daerah untuk lebih cermat, efisien, dan efektif dalam menggunakan anggaran. Tidak ada lagi ruang untuk kegiatan seremonial tanpa dampak, apalagi pemborosan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
“Efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan. Justru sebaliknya, kita dituntut untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dengan sumber daya yang terbatas,” ujarnya. Ia mencontohkan keberhasilan desa-desa dalam lomba PHBS dan Posyandu sebagai bukti bahwa inovasi dan kolaborasi masyarakat dapat berjalan meski dengan anggaran yang tidak besar.
Dalam kesempatan yang sama, Ratna Machmud juga mengumumkan rencana pertemuan Asosiasi Pemerintah Daerah yang akan digelar di Batam pada medio 17 Januari 2026. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi forum strategis untuk mencari solusi bersama terkait kebijakan dana transfer daerah yang selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan kabupaten.
Penghargaan PHBS dan Posyandu ini pun dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menempatkan kesehatan masyarakat dan kualitas pelayanan publik sebagai prioritas utama. Di tengah tantangan anggaran, prestasi desa menjadi bukti bahwa pembangunan yang berpihak pada rakyat tetap dapat berjalan, asalkan dikelola dengan komitmen, integritas, dan keberanian untuk berinovasi.
(Red/An)
