Revitalisasi Alun-Alun Barengam Terancam Molor, Publik Soroti Pengawasan dan Perencanaan

Ulasan rakyat.Com – Musi Rawas. Pekerjaan Revitalisasi Alun-Alun Taman Baregam Agropolitan Center Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang dibiayai dari APBD Kabupaten Musi Rawas Tahun Anggaran 2025 dengan nilai fantastis mencapai Rp3.987.000.000 tersebut hingga kini belum juga terlihat rampung, sementara tahun anggaran 2025 hampir berakhir dan akan memasuki tahun 2026.

Proyek revitalisasi yang digadang-gadang menjadi ikon ruang terbuka publik itu dikerjakan oleh CV. Gilang Karya Persada dengan masa pelaksanaan selama 110 hari kalender. Namun di lapangan, progres pekerjaan dinilai belum menunjukkan hasil yang sepadan dengan waktu dan anggaran yang telah dialokasikan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi keterlambatan penyelesaian proyek. Apalagi, lemahnya perencanaan sejak awal kerap menjadi penyebab utama terjadinya hambatan pada tahap pelaksanaan. Jika tidak segera diantisipasi, keterlambatan proyek berpotensi berdampak pada kualitas pekerjaan hingga pemborosan keuangan daerah.

Sesuai ketentuan, kontraktor yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dapat dikenakan sanksi denda keterlambatan, umumnya sebesar 1‰ (satu per mil) per hari dari nilai kontrak. Namun demikian, publik mempertanyakan sejauh mana ketegasan pemerintah daerah dalam menegakkan aturan tersebut.

Seorang warga Kabupaten Musi Rawas yang enggan disebutkan namanya angkat bicara mengenai Pekerjaan Revitalisasi Alun-Alun Taman Baregam Agropolitan Center Muara Beliti dia mengatakan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek ini. Ia menilai potensi keterlambatan dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Saya melihat beberapa proyek sudah berada di jalur keterlambatan dan kami menegaskan bahwa pekerjaan yang tidak tepat waktu bisa mengganggu pelayanan publik serta berpotensi merugikan keuangan negara,” ujarnya. Kamis (25/12/2025)

Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada serapan anggaran, tetapi juga memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan target waktu. Transparansi progres pekerjaan dinilai penting agar publik dapat mengetahui sejauh mana tanggung jawab pelaksana proyek dijalankan.

Dengan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari uang rakyat, proyek revitalisasi Alun-Alun Taman Baregam seharusnya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan polemik di akhir tahun anggaran. Pemerintah daerah pun didesak untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat, demi menjaga kepercayaan publik serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

(Red/An)

Exit mobile version