Warga Taba Jemekeh Resah, Proyek Gorong-Gorong dan Jembatan Mangkrak Lebih Sebulan

Ulasan rakyat Com — Lubuklinggau. Warga RT 02 Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I mempertanyakan kelanjutan proyek pembangunan gorong-gorong dan jembatan yang telah lebih dari satu bulan dibiarkan terbengkalai. Proyek yang seharusnya menjadi solusi infrastruktur justru menjadi sumber keresahan karena tidak ada aktivitas pekerjaan sejak berhenti dikerjakan. Kejadian ini terpantau pada Senin, (09/12/2025).

Berdasarkan pantauan di lapangan, terhentinya pekerjaan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat. Jalan yang menjadi lokasi proyek merupakan akses vital bagi warga untuk bekerja, mengantar anak sekolah, dan aktivitas ekonomi lainnya.

“Sudah lama tidak ada pekerja datang. Jalan semakin rusak dan kami kesulitan lewat. Kalau hujan becek, kalau panas berdebu,” keluh seorang warga yang ditemui di lokasi.

Kondisi jalan yang digali namun tak diselesaikan membuat kendaraan tidak dapat melintas dengan lancar. Beberapa warga terpaksa memutar lebih jauh hanya untuk menuju pusat kota.

Yang semakin menimbulkan tanda tanya adalah tidaknya papan informasi proyek atau papan RAP (Rencana Anggaran Proyek) di lokasi. Warga mengaku tidak mengetahui siapa pelaksana, besar anggaran, maupun target waktu pengerjaan.

“Biasanya ada papan proyek. Ini tidak ada sama sekali. Kami jadi bingung, ini proyek siapa? Dari mana anggarannya?” ujar warga lainnya dengan nada kesal.

Ketidakterbukaan informasi publik tersebut memicu dugaan dan kekhawatiran masyarakat terkait akuntabilitas dan transparansi anggaran. Warga berharap pemerintah segera memberikan kejelasan agar proyek tidak semakin lama mangkrak.

Sejumlah pedagang kecil mengaku pendapatan mereka menurun karena akses pelanggan terhambat. Ojol dan sopir angkot pun ikut terdampak karena rute mereka terganggu.

“Biasanya ramai, tapi sejak jalan rusak begini, orang malas lewat sini. Penghasilan kami turun,” ujar salah satu pedagang.

Beberapa warga bahkan mengaku pernah terjatuh saat melintas karena kondisi galian yang tidak diberi rambu pengaman memadai.

Warga RT 02 secara tegas meminta pemerintah kota, dinas terkait, ataupun kontraktor pelaksana untuk segera memberikan klarifikasi, kejelasan status proyek, serta melanjutkan pekerjaan demi kepentingan masyarakat luas.

“Kami butuh solusi, bukan janji. Jangan sampai proyek ini dibiarkan begitu saja,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah ataupun kontraktor terkait alasan terhentinya pembangunan gorong-gorong dan jembatan tersebut.

(Helmi)

Exit mobile version