Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas.
Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menyayat hati. Dalam unggahan akun Facebook bernama Winda Safitri, terlihat seorang pedagang melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang nenek yang diduga mengambil segenggam cabai.
Peristiwa yang viral pada Selasa (17/03/2026) ini sontak menuai perhatian luas publik, termasuk awak media ulasanrakyat.com yang turut menyaksikan langsung peredaran video tersebut di platform Facebook. Dalam rekaman singkat itu, tampak seorang lansia tak berdaya menjadi sasaran amarah, diduga hanya karena persoalan sepele yang justru mengundang dilema moral di tengah masyarakat.
Dalam narasi yang dituliskan pada unggahan tersebut, disebutkan bahwa tindakan pencurian memang tidak dapat dibenarkan. Namun, cara penyelesaiannya pun menjadi sorotan tajam. Banyak pihak menilai bahwa perlakuan kekerasan terhadap seorang lansia bukanlah bentuk keadilan, melainkan mencerminkan hilangnya empati dan nilai kemanusiaan.
“Pencurian tidak dibenarkan, tapi tidak begitu juga memperlakukannya. Ini dilema moral yang sering terjadi di masyarakat, ketika hukum formal berbenturan dengan rasa keadilan sosial dan empati,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan, terlebih jika tindakan tersebut dilakukan karena faktor kebutuhan dasar seperti kelaparan atau kemiskinan. “Pakai nalar kemanusiaan, karena dia lansia, subhanallah,” lanjut tulisan itu.
Reaksi netizen pun membanjiri kolom komentar dengan nada keprihatinan. Salah satunya datang dari pengguna bernama Aleka yang menyayangkan tindakan kekerasan tersebut.
“Ya Allah kasihan banget, tegur saja tidak usah dipukul. Kalau saya, akan saya kasih saja. Tidak akan merugikan kita,” tulisnya.
Senada dengan itu, komentar lain dari Arafiq Holcim juga menyentil keras pelaku kekerasan.
“Tega benar, orang sudah tua masih dikerasin. Mungkin juga cabai yang diambil tidak seberapa,” ungkapnya.
Kasus ini pun memantik perdebatan luas di tengah masyarakat. Di satu sisi, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah keadilan harus selalu dibalas dengan kekerasan, apalagi terhadap mereka yang lemah dan rentan?
Fenomena ini menjadi cermin nyata bahwa masyarakat masih dihadapkan pada konflik antara aturan hukum dan nilai kemanusiaan. Banyak pihak berharap agar kejadian serupa tidak terulang, serta mengedepankan penyelesaian yang lebih bijak, manusiawi, dan berempati.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keadilan sejati tidak hanya soal benar dan salah, tetapi juga tentang bagaimana memperlakukan sesama manusia dengan hati nurani.
(Red/An)
















