banner 728x250

Kehadiran Arba Arapik dan Istri di Paripurna HUT ke-83 Mura, Simbol Kuat Sinergi dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas.
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Musi Rawas dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-83, Senin (20/04/2026), tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjelma sebagai panggung strategis yang mempertegas arah pembangunan sekaligus mengokohkan sinergi antara legislatif dan eksekutif.

Di tengah khidmatnya jalannya rapat, perhatian publik tertuju pada kehadiran Anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB), Arba Arapik. Ia hadir bersama sang istri tercinta, Eli Marlina, sebuah potret sederhana namun sarat makna, tentang komitmen, tanggung jawab, dan dukungan keluarga dalam mengemban amanah rakyat.

Kehadiran Arba bukan sekadar memenuhi undangan resmi. Ia mencerminkan konsistensi seorang wakil rakyat yang memahami bahwa momentum hari jadi daerah adalah titik refleksi penting dalam perjalanan pembangunan. Sebagai kader PBB, Arba dikenal aktif dan disiplin menghadiri agenda-agenda strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan evaluasi dan perencanaan pembangunan.

“Peringatan Hari Jadi ke-83 ini harus kita maknai sebagai momentum evaluasi dan introspeksi terhadap apa yang sudah dan belum kita capai. Kita dituntut untuk terus meningkatkan kinerja demi kepentingan masyarakat,” tegas Arba dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut menjadi penegas bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak bisa dijawab dengan pendekatan biasa. Dibutuhkan kerja kolektif, visi yang sama, serta kemauan kuat untuk terus berbenah.

Dalam konteks pemerintahan daerah, Rapat Paripurna DPRD memiliki arti yang jauh lebih dalam. Ia bukan hanya ruang formal pengambilan keputusan, melainkan simbol nyata kolaborasi antara dua pilar utama: legislatif dan eksekutif. Tanpa sinergi yang kuat, arah pembangunan akan kehilangan fokus.

Arba pun menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat kolaborasi tersebut.

“Kolaborasi adalah kunci. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. DPRD dan pemerintah daerah harus sejalan dalam merumuskan serta mengawal program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih tajam lagi, ia menyoroti isu pemerataan pembangunan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan harus menjangkau hingga ke pelosok desa.

“Kita ingin pembangunan di Musi Rawas tidak hanya terpusat, tetapi merata hingga ke desa-desa. Itu yang menjadi komitmen kita bersama,” katanya dengan nada tegas.

Di usia ke-83 Kabupaten Musi Rawas, harapan besar pun disematkan. Bagi Arba, kemajuan daerah harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta hadirnya kebijakan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Semoga Musi Rawas semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan ke depan kita mampu menghadirkan pembangunan yang berkeadilan serta berkelanjutan,” tutupnya.

Menariknya, kehadiran Arba bersama sang istri juga memberikan pesan tersendiri.
Bahwa di balik peran publik seorang wakil rakyat, terdapat dukungan keluarga yang menjadi fondasi kekuatan. Ini bukan hanya soal simbol, tetapi tentang energi moral yang memperkuat dedikasi dalam melayani masyarakat.

Rapat Paripurna HUT ke-83 ini pada akhirnya menegaskan satu hal penting: kemajuan Musi Rawas tidak akan lahir dari kerja individu, melainkan dari kebersamaan, komitmen, dan sinergi yang terus dijaga oleh seluruh elemen pemerintahan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang pembangunan masih terus berlanjut dan membutuhkan keseriusan semua pihak untuk memastikan setiap langkah benar-benar berpihak pada rakyat.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *