Ulasanrakyat.com — Muara Beliti.
Suasana berbeda terlihat di Aula Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Kamis (21/05/2026). Puluhan peserta magang tampil percaya diri memaparkan berbagai program inovasi kerja yang mereka rancang selama menjalani proses magang di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pejabat struktural, pegawai lapas, serta peserta magang tersebut menjadi ajang adu kreativitas sekaligus pembuktian bahwa generasi muda mampu menghadirkan ide-ide segar untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Tidak sekadar formalitas, pemaparan inovasi ini berlangsung serius dan penuh antusias. Para peserta menyampaikan gagasan mulai dari peningkatan pelayanan publik, sistem administrasi yang lebih efektif, pembinaan warga binaan, optimalisasi teknologi informasi, hingga inovasi di bidang kegiatan kerja yang dinilai berpotensi diterapkan di lingkungan Lapas Narkotika Muara Beliti.
Program-program yang dipresentasikan menunjukkan adanya semangat perubahan dan pola pikir modern dari para peserta magang. Beberapa inovasi bahkan dinilai mampu menjadi solusi terhadap tantangan pelayanan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan yang terus berkembang.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap dedikasi serta kreativitas para peserta magang. Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya sekadar tugas akhir magang, melainkan wadah penting untuk melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, hingga membangun pola pikir inovatif bagi generasi muda.
Menurutnya, keterlibatan peserta magang dalam menyusun program inovasi menjadi bukti bahwa dunia pemasyarakatan juga membutuhkan sentuhan ide-ide baru agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar tentang dunia kerja, tetapi juga dilatih untuk berpikir kreatif, berani menyampaikan pendapat, serta mampu menghadirkan solusi yang bermanfaat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab dan pemberian masukan dari para pegawai terhadap inovasi yang dipresentasikan. Berbagai saran dan evaluasi diberikan agar ide-ide tersebut dapat lebih matang dan memiliki peluang untuk diterapkan secara nyata.
Selain menjadi bentuk evaluasi hasil magang, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam membangun rasa percaya diri peserta saat berbicara di hadapan publik. Suasana diskusi yang aktif memperlihatkan tingginya antusiasme seluruh peserta dalam mengikuti jalannya kegiatan.
Langkah Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti menggelar forum inovasi seperti ini dinilai menjadi sinyal positif dalam membangun budaya kerja kreatif di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan tersebut juga membuktikan bahwa kolaborasi antara lembaga dan generasi muda dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan publik.
Dengan adanya kegiatan pemaparan inovasi kerja ini, diharapkan para peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga mampu membawa semangat perubahan dan inovasi ketika terjun ke dunia kerja maupun pengabdian di tengah masyarakat.
(Red/An)













