Ulasanrakyat.com – Lubuklinggau.
Proses seleksi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau memasuki fase yang semakin menarik perhatian publik. Di tengah berbagai spekulasi mengenai hasil penilaian dan peluang masing-masing kandidat, salah satu peserta calon direktur, Feri Isrop SH, menyikapi seluruh tahapan seleksi dengan penuh optimisme dan rasa syukur.
Pernyataan Feri Isrop yang menyebut bahwa nilai bukanlah satu-satunya penentu hasil akhir menjadi sorotan. Baginya, angka hanyalah bagian dari proses penilaian, sementara keputusan akhir tetap berada pada pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan sosok terbaik memimpin perusahaan daerah tersebut.
Saat diwawancarai awak media, Jumat (05/06/2026), Feri Isrop menyampaikan pandangannya secara terbuka terkait proses seleksi yang sedang berlangsung.
“Angka itu tidak menjadi tolok ukur mutlak. Karena pada akhirnya keputusan diputuskan oleh manusia, yang penting kita tetap optimis dan terus berusaha menuju kebaikan,” ujar Feri
Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan sikap dewasa dan percaya diri dalam menghadapi kompetisi yang cukup ketat. Di saat sebagian kalangan fokus membahas hasil penilaian peringkat peserta, Feri justru mengajak publik melihat seleksi secara lebih luas.
Menurutnya, memilih Direktur PDAM bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi, melainkan menentukan figur yang memiliki kemampuan memimpin, integritas, pengalaman, serta visi yang jelas untuk membawa perusahaan semakin maju.
PDAM Tirta Bukit Sulap sendiri memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kota Lubuklinggau. Karena itu, jabatan direktur tidak hanya berkaitan dengan urusan administratif perusahaan, tetapi juga menyangkut pelayanan publik yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Feri menilai tantangan dihadapi PDAM ke depan tidaklah ringan dengan persoalan baik pelayanan dan manajemen dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih yang berkualitas terus meningkat, sementara perusahaan juga dituntut mampu berinovasi, meningkatkan efisiensi, dan menjaga kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami manajemen perusahaan, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil keputusan strategis demi kepentingan masyarakat luas.
Optimisme yang ditunjukkan Feri Isrop juga menjadi pesan bahwa kompetisi harus dijalani secara sehat dan profesional. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kapasitas dan gagasan terbaik bagi kemajuan PDAM Tirta Bukit Sulap.
Di tengah derasnya perhatian publik terhadap proses seleksi ini. Feri memilih tetap fokus pada prinsip bahwa setiap proses harus dijalani dengan ikhtiar maksimal. Baginya, hasil akhir merupakan bagian dari keputusan yang harus dihormati oleh seluruh peserta.
“Saya percaya setiap proses memiliki hikmah dan tujuan baik. Yang terpenting adalah kita sudah berusaha memberikan kemampuan terbaik yang kita miliki. Soal hasil, itu bagian dari keputusan yang harus dihormati bersama,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dirinya siap menerima apa pun hasil yang nantinya diumumkan oleh panitia seleksi. Sikap ini menjadi gambaran bahwa kompetisi dalam jabatan strategis seharusnya tidak hanya berorientasi pada kemenangan pribadi, tetapi juga pada semangat memberikan kontribusi bagi daerah.
Sementara itu, masyarakat Kota Lubuklinggau terus menaruh harapan besar terhadap hasil seleksi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap. Publik menginginkan hadirnya pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata, meningkatkan kualitas layanan air bersih, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan transparansi dalam pengelolaan badan usaha milik daerah tersebut.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, pernyataan Peri Isrop menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari angka dan skor penilaian. Lebih dari itu, kepemimpinan lahir dari kemampuan membangun kepercayaan, menghadirkan solusi, serta membawa manfaat bagi masyarakat yang dilayani.
Kini, masyarakat menunggu siapa sosok yang akan mendapat kepercayaan untuk menakhodai PDAM Tirta Bukit Sulap. Namun satu hal yang pasti, proses seleksi ini tidak hanya soal mencari pemenang, melainkan mencari pemimpin yang mampu menjawab harapan ribuan pelanggan dan membawa perusahaan menuju masa depan yang lebih baik.
(Red/An)













