Ulasanrakyat.com — Lubuklinggau.
Wisuda ke-17 Universitas Musi Rawas (Unmura) Tahun 2026 bukan sekadar seremoni pelepasan mahasiswa. Di hadapan 191 lulusan, pesan tentang masa depan, integritas, kemandirian, hingga keberanian menciptakan lapangan pekerjaan menjadi sorotan utama.
Kegiatan yang digelar di BPU Bagas Raya Lubuklinggau, Selasa (29/09/2026), turut dihadiri Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Lubuk Linggau tersebut memberikan warna tersendiri dalam momentum akademik tersebut. Tidak hanya menyampaikan sambutan, Rachmat Hidayat juga memberikan beasiswa pendidikan jenjang S2 kepada tiga orang yang berhasil menjawab pertanyaan yang disampaikannya dalam acara wisuda.
Pemberian beasiswa itu menjadi salah satu pesan konkret bahwa pendidikan tidak berhenti setelah seseorang mengenakan toga dan menerima ijazah. Sebaliknya, dunia setelah kampus justru menuntut lulusan untuk terus belajar, beradaptasi dan mampu memberikan kontribusi nyata.
Dalam sambutannya, Rachmat Hidayat menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir dari perjalanan pendidikan.
Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, para wisudawan justru akan memasuki dunia yang jauh lebih luas, dengan tantangan dan tanggung jawab yang semakin besar.
Ia mendorong para lulusan agar ilmu pengetahuan dan pengalaman selama menempuh pendidikan tidak berhenti sebagai bekal pribadi, tetapi dapat diterapkan untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya menjadi pencari peluang, tetapi jadilah pencipta peluang,” ujar Rachmat Hidayat.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan dunia kerja yang terus berubah. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan untuk berinovasi, melihat peluang dan menciptakan sesuatu yang memiliki nilai ekonomi maupun sosial.
Rachmat juga menyinggung Program Gubernur Sumatera Selatan melahirkan 100.000 Sultan Muda sebagai salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi.
Ia berharap program tersebut dapat dimanfaatkan generasi muda untuk membangun usaha, mengembangkan kemampuan serta menciptakan lapangan pekerjaan.
Selain berbicara mengenai dunia kerja dan kewirausahaan, Rachmat memberikan pesan yang tidak kalah penting mengenai integritas.
Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya mengejar keberhasilan secara materi, tetapi tetap memegang nilai kejujuran, tanggung jawab dan etika dalam menjalankan profesi maupun kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi harus menjadi modal untuk memberikan manfaat lebih luas.
Para lulusan juga diingatkan agar tidak melupakan orang-orang yang berada di balik keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan, terutama orang tua.
Pengorbanan, doa dan dukungan orang tua dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang hingga seorang mahasiswa akhirnya dapat berdiri di atas panggung wisuda.
Rachmat pun mengajak para lulusan untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat dan daerah.
191 Lulusan Resmi Diwisuda
Sementara itu, Rektor Unmura Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., IPU, menyampaikan bahwa Wisuda ke-17 Tahun 2026 diikuti sebanyak 191 lulusan.
Jumlah tersebut terdiri dari 181 lulusan program sarjana dan 10 lulusan program pascasarjana yang berasal dari empat fakultas dan delapan program studi.
Dari jumlah tersebut, Fakultas Pertanian meluluskan 89 orang, menjadi jumlah lulusan terbanyak dalam wisuda kali ini.
Kemudian Fakultas Teknik sebanyak 26 orang, sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 20 orang.
Sementara itu, 10 orang lainnya merupakan lulusan program pascasarjana.
Angka tersebut menggambarkan perjalanan akademik para mahasiswa yang akhirnya mencapai tahapan kelulusan dan memasuki fase baru dalam kehidupan mereka.
Namun, toga dan ijazah yang diterima bukanlah akhir dari perjuangan.
Justru setelah meninggalkan kampus, para lulusan akan berhadapan dengan realitas yang lebih kompleks. Mereka dituntut membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama bertahun-tahun benar-benar mampu diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Momentum Wisuda ke-17 Unmura ini pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak semata-mata diukur dari gelar yang berada di belakang nama, tetapi dari seberapa besar ilmu, kemampuan dan integritas yang dimiliki dapat memberikan manfaat.
Dari ruang akademik menuju ruang pengabdian, 191 lulusan Unmura kini membawa tanggung jawab baru: bukan sekadar mencari tempat untuk bekerja, tetapi memiliki keberanian menciptakan peluang dan memberi dampak bagi masyarakat serta daerah.
(Red/An)













