Ulasanrakyat.com – Lubuklinggau.
Gelombang keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kemarahan warga Kota Lubuklinggau meluap di media sosial setelah banyak pelanggan mengaku mengalami gangguan distribusi air PDAM Tirta Bukit Sulap yang berlangsung hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Keluhan tersebut ramai diperbincangkan melalui akun Facebook Berita Viral MLM dan memunculkan ratusan reaksi dari masyarakat yang mengaku mengalami kondisi serupa di berbagai wilayah Kota Lubuklinggau.
Salah satu komentar yang paling menyita perhatian datang dari akun Hendra yang mempertanyakan kondisi pelayanan air bersih saat ini.
“Apalagi Taba Koji banyak yang mengeluh. Apa disuruh mandi warga Linggau ke sungai balik lagi tahun 70-an,” tulisnya.
Komentar tersebut langsung mendapat dukungan dari warga lain yang merasa pelayanan air bersih semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Akun Kim Aculy bahkan mengaku sudah menyerah mengandalkan PDAM dan memilih menggunakan sumur bor.
“Emang bener, tinggalkan PDAM, lanjut sumur bor. Buang air harus mintak air ke masjid, rela antre,” tulisnya.
Keluhan serupa datang dari sejumlah wilayah lain. Warga Kelurahan Nangka, Batu Urip, Batu Urip Permai, Karya Bakti hingga Mesat Seni mengaku mengalami gangguan distribusi air dengan durasi yang berbeda-beda.
Sangkut Ishyah dan Camelia Nsyah mengungkapkan bahwa pompa air di wilayah Nangka sudah dua minggu tidak berfungsi.
Sementara Santii Sartika menulis bahwa di Jalan Mawadah, Mesat Seni, air sudah hampir satu bulan tidak mengalir sama sekali.
Di wilayah Batu Urip, keluhan bahkan terdengar lebih keras. Beberapa warga mengaku air PDAM sudah tidak mengalir selama hampir satu bulan.
“Kalu di Batu Urib udah mau satu bulanan mati terus air PDAM,” tulis akun Sudiarni Aziz Nani.
Senada dengan itu, Ali Bear mengaku di Batu Urip Permai kondisi air sering mati dan ketika hidup debitnya sangat kecil.
Keluhan juga datang dari Rudi Tanjung yang menyebut daerah Niken sudah mengalami mati air selama tiga hari berturut-turut.
Fenomena ini kemudian memunculkan desakan masyarakat kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk segera mengambil langkah konkret.
Akun Mukhlis Nugraha secara terbuka meminta perhatian Wali Kota Lubuklinggau agar segera memberikan solusi terhadap persoalan yang terus berulang tersebut.
“Bagaimana Pak Wali Kota, air PAM mati terus. Gimana solusi masalah air PDAM?” tulisnya.
Sorotan publik semakin menguat karena persoalan ini terjadi di tengah proses penetapan Direktur Utama definitif PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026-2031 yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat.
Bahkan, akun Duren Duren secara tegas meminta agar keputusan mengenai pimpinan PDAM segera dituntaskan.
“Pak Wali, cepatlah putuskan siapa direktur itu. Biar cepat teratasi masalahnya,” tulisnya.
Namun di tengah derasnya kritik, terdapat pula warga yang mencoba memberikan penjelasan. Akun P Chandra mengingatkan bahwa musim kemarau dan minimnya curah hujan bisa menjadi salah satu penyebab berkurangnya pasokan air baku.
“Harap maklum lah, lama dak hujan nak,” komentarnya.
Meski demikian, sebagian besar warga menilai alasan tersebut tidak cukup menjawab persoalan pelayanan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Mereka berharap pemerintah daerah dan manajemen PDAM segera memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab gangguan distribusi air yang terjadi di berbagai wilayah.
Keluhan yang viral di media sosial ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan air bersih bukan lagi sekadar masalah teknis, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendesak yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik, masyarakat kini menunggu langkah nyata dan solusi konkret agar krisis air yang mereka alami tidak terus berulang.
(Red/An)













