banner 728x250

Pesan Tegas Hayatun Nofrida Saat Tutup PKKMB Unmura: Jangan PHP, Wujudkan Mimpi Lulus 3,5 Tahun dan Lanjut S2!

Ulasanrakyat.com — Lubuklinggau.
Pesan tegas disampaikan Yayasan Bumi Silampari kepada ratusan mahasiswa baru Universitas Musi Rawas (Unmura) saat penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Lubuklinggau, Selasa (21/09/2026).

Ketua Yayasan Bumi Silampari, Drs. H. Ali Sadikin, M.Si., yang diwakili Sekretaris Yayasan Dr. M. Ir. Hayatun Nofrida, M.P., meminta mahasiswa baru tidak sekadar menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga memiliki target yang jelas untuk menyelesaikan pendidikan.

Dalam sambutannya, Hayatun Nofrida menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih Universitas Musi Rawas sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.

Ia mengatakan, rangkaian PKKMB selama dua hari telah memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan kampus, lingkungan akademik, hingga berbagai hal yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di Unmura.

“Selamat untuk memulai kuliah. Pada hari ini telah menuntaskan dua hari perkenalan. Segala sesuatu mengenai Universitas Musi Rawas sudah dikenalkan,” ujarnya dalam sambutan penutupan PKKMB.

Namun, di balik ucapan selamat tersebut, terdapat pesan penting yang ditekankan pihak yayasan, yakni mahasiswa harus memiliki target menyelesaikan pendidikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Menurutnya, mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu sekitar tiga setengah hingga empat tahun. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk sejak awal memiliki semangat mengejar target tersebut.

“Kalau mau cepat tiga setengah tahun, ayo berkejaran untuk yang tiga setengah tahun. Rata-rata empat tahun,” katanya.

Ia kemudian menyinggung masa studi mahasiswa yang dapat berlangsung lebih lama. Bahkan, dalam sambutannya disebutkan masa studi paling lambat dapat mencapai tujuh tahun.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar mahasiswa baru tidak menjadikan masa kuliah sebagai perjalanan tanpa target.
“Yang paling lambat berapa? Tujuh tahun. Saya berharap tidak ada yang duduk di sini yang ikut nanti program yang tujuh tahun,” tegasnya.

Pihak yayasan justru mendorong mahasiswa baru untuk menargetkan penyelesaian pendidikan dalam tujuh atau delapan semester.

Menurutnya, target tersebut bukan sekadar angka, tetapi bagian dari mimpi yang harus diwujudkan melalui keseriusan, kedisiplinan, serta konsistensi selama menjalani perkuliahan.

“Cukup tiga setengah tahun atau empat tahun. Kalau bisa cukup tujuh semester bersama kami,” ucapnya.

Lebih jauh, ia juga mendorong mahasiswa yang nantinya menyelesaikan pendidikan S1 untuk tidak berhenti pada jenjang sarjana. Pendidikan dapat dilanjutkan ke jenjang magister sebagai bagian dari pengembangan kapasitas dan keilmuan.

Ia bahkan menggambarkan target pendidikan tersebut sebagai sebuah mimpi yang harus diwujudkan, bukan sekadar harapan tanpa tindakan.

“Targetnya tujuh semester tamat atau rata-rata delapan semester, kemudian mengikuti lagi S2 tiga semester. Itu namanya mimpi yang akan diwujudkan, bukan PHP,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam penutupan PKKMB Unmura 2026. Mahasiswa baru yang telah melewati rangkaian pengenalan kehidupan kampus diharapkan segera memasuki tahap berikutnya, yakni menjalani proses perkuliahan dengan kesungguhan.

Pihak Yayasan Bumi Silampari juga menyampaikan rasa bangga kepada mahasiswa baru yang telah memilih Unmura sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Hayatun mengatakan, pilihan mahasiswa untuk bergabung dengan Unmura diharapkan menjadi awal perjalanan pendidikan yang memberikan manfaat bagi masa depan mereka.

“Kami dari Yayasan Pembina Pendidikan Tinggi Bumi Silampari mengucapkan selamat bagi para peserta yang sudah menunjukkan keinginan untuk kita bersama-sama selama rata-rata empat tahun ke depan,” ungkapnya.

Ia kembali menekankan pentingnya keseriusan mahasiswa sejak awal perkuliahan. Sebab, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak hanya bergantung pada institusi pendidikan, tetapi juga pada kemauan mahasiswa dalam menjalankan kewajiban akademiknya.

“Anak-anak sekalian, kuliah dengan serius agar tadi tujuh semester atau delapan semester tamat,” pesannya.

Menurutnya, mahasiswa baru harus mulai membangun pola pikir sebagai insan akademik. Target kelulusan perlu dibarengi dengan kesungguhan mengikuti proses pembelajaran, menyelesaikan tugas, menjaga kedisiplinan, serta memanfaatkan kesempatan yang tersedia selama berada di lingkungan perguruan tinggi.

Penutupan PKKMB tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pengenalan kampus bagi mahasiswa baru Unmura tahun 2026.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari, mahasiswa baru selanjutnya akan memasuki kehidupan perkuliahan secara penuh.

Di hadapan jajaran pimpinan universitas, dekan, kepala lembaga, panitia PKKMB, dan mahasiswa baru, Sekretaris Yayasan Bumi Silampari secara resmi menutup rangkaian kegiatan tersebut.

“Karena rangkaian acara dua hari penuh sudah saudara lakoni, pada hari ini akan kita tutup. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara pada hari ini kita tutup,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya PKKMB, tantangan sesungguhnya bagi mahasiswa baru Unmura pun dimulai. Bukan lagi sekadar mengenal kampus, tetapi membuktikan keseriusan dalam menjalani pendidikan hingga meraih gelar sarjana sesuai target yang telah dicanangkan.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *