Ulasanrakyat.com – Muara Beliti.
Sinergi lintas lembaga menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat program pembinaan, pemberdayaan perempuan, hingga pengembangan ekonomi produktif. Semangat tersebut terlihat dalam kunjungan kehormatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa Kabupaten Musi Rawas, Dr. Ema Siti Huzaemah Ahmad, S.H., M.H., ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Jumat (30/10/2026).
Kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama antara Srikandi Jaga Desa dan jajaran Lapas Narkotika Muara Beliti.
Kehadiran Dr. Ema Siti Huzaemah Ahmad, yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas, disambut langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, bersama jajaran struktural serta organisasi internal Lapas.
Pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Lebih dari itu, terdapat peluang membangun kolaborasi nyata dalam sejumlah bidang strategis, terutama pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan.
Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung kegiatan pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang bagi peningkatan keterampilan serta kemandirian ekonomi.
Dalam pertemuan itu, Kalapas Herdianto menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas perhatian serta kesediaan Ketua DPC Srikandi Jaga Desa Kabupaten Musi Rawas untuk hadir langsung di Lapas Narkotika Muara Beliti.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan baik untuk membangun komunikasi dan menjajaki sinergi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam mendukung program pembinaan warga binaan.
Herdianto berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan konkret, termasuk program pemberdayaan dan kegiatan ekonomi produktif yang melibatkan organisasi internal Lapas, khususnya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Muara Beliti.
Baginya, pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan rutin, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan kemampuan, keterampilan, serta kesiapan warga binaan untuk kembali beradaptasi dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah penguatan peran perempuan dalam mendukung lingkungan yang aman, tertib, dan produktif.
Melalui program Srikandi Jaga Desa, peluang kolaborasi dapat diarahkan pada kegiatan pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, serta penguatan ketahanan pangan yang memiliki nilai manfaat langsung bagi masyarakat.
Potensi kerja sama ini juga membuka ruang bagi DWP Lapas Muara Beliti untuk mengembangkan kegiatan yang lebih kreatif dan produktif. Dengan adanya komunikasi serta dukungan lintas organisasi, berbagai program pemberdayaan diharapkan dapat berjalan lebih terarah.
Tidak hanya itu, pengembangan UMKM juga menjadi salah satu peluang strategis untuk mendorong tumbuhnya keterampilan kewirausahaan. Kegiatan produktif semacam ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah, baik bagi organisasi internal maupun program pembinaan warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban. Kedua pihak juga berdiskusi mengenai pentingnya memperkuat peran perempuan serta membangun lingkungan yang memiliki nilai keamanan, ketertiban, dan produktivitas.
Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa keberhasilan program pembinaan membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Lapas tidak dapat berjalan sendiri dalam menyiapkan program pemberdayaan yang berdampak luas, sehingga komunikasi dan kolaborasi dengan organisasi masyarakat menjadi salah satu peluang yang perlu dikembangkan.
Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, terbukanya ruang sinergi dengan Srikandi Jaga Desa Kabupaten Musi Rawas diharapkan menjadi langkah positif untuk memperluas dukungan terhadap program pembinaan, pemberdayaan perempuan, serta kegiatan ekonomi produktif.
Pada akhirnya, kunjungan tersebut membawa pesan bahwa membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya membutuhkan kerja sama, kepedulian, serta komitmen bersama.
Silaturahmi yang terjalin diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan formal, tetapi dapat berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, organisasi, dan warga binaan.
Dengan semangat kolaborasi, Lapas Narkotika Muara Beliti terus membuka peluang sinergi untuk menghadirkan pembinaan yang lebih produktif, humanis, dan berorientasi pada kemandirian.
(Red/An)













