Ulasanrakyat.com – Musi Rawas.
Kemacetan panjang kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Kali ini, penyebabnya diduga akibat antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar jenis solar di depan kios minyak yang berada di Desa Pedang, Rabu (17/06/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan kendaraan, terutama truk dan mobil berbahan bakar solar, mengantre hingga memakan badan jalan. Bahkan, antrean kendaraan terlihat memenuhi sisi kiri dan kanan jalan sehingga mempersempit ruang bagi kendaraan lain yang melintas.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas di jalur utama Desa Pedang mengalami kepadatan yang cukup parah. Kendaraan dari dua arah terpaksa berjalan merayap dan sesekali berhenti karena sulitnya mencari celah untuk melintas di tengah antrean yang mengular.
Salah satu pengguna jalan, Saril (49) mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Mereka menilai antrean kendaraan yang menggunakan badan jalan telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara lainnya.
“Kami yang hanya lewat jadi ikut terjebak macet. Antrean mobil sampai memakan badan jalan. Harusnya ada pengaturan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain,” ungkap salah seorang pengendara yang melintas.
Kemacetan yang terjadi tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga sekitar. Sejumlah kendaraan pengangkut barang maupun masyarakat yang hendak beraktivitas terpaksa menghabiskan waktu lebih lama di perjalanan akibat tersendatnya arus lalu lintas.
Fenomena antrean solar yang menyebabkan kemacetan ini kembali menjadi sorotan publik. Warga berharap pihak terkait segera melakukan penataan dan pengawasan terhadap aktivitas penjualan bahan bakar agar tidak menimbulkan kemacetan berulang yang merugikan masyarakat luas.
Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai pengelolaan distribusi bahan bakar di tingkat lapangan. Pasalnya, antrean kendaraan yang terjadi hampir menutup sebagian besar akses jalan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait dapat turun langsung melakukan pengaturan dan evaluasi guna memastikan aktivitas pengisian bahan bakar tidak mengorbankan kepentingan pengguna jalan lainnya.
Hingga berita ini ditulis, antrean kendaraan masih terlihat memenuhi kawasan depan kios minyak di Desa Pedang dan arus lalu lintas masih mengalami perlambatan yang cukup signifikan.
(Red/An)













