Ulasanrakyat.com – Musi Rawas.
Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Musi Rawas menyampaikan sejumlah masukan dalam pembahasan Perubahan APBD Kabupaten Musi Rawas Tahun Anggaran 2026.
Pandangan tersebut disampaikan Septiandry Arrosyidu, ST
dalam Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas, Kamis (10/09/2026).
Fraksi Gerindra mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melakukan perubahan APBD sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan nasional, kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Fraksi Gerindra berharap setiap perubahan anggaran dapat diarahkan secara tepat sasaran serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Pada sektor pendapatan, Gerindra mendorong optimalisasi PAD melalui pengelolaan pajak, retribusi, aset daerah dan peningkatan kinerja BUMD. Penguatan PAD dinilai penting untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Sementara pada sisi belanja, Fraksi Gerindra berharap anggaran lebih banyak mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, serta sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat.
Gerindra juga memberikan perhatian terhadap belanja modal yang mencapai sekitar Rp336,5 miliar. Anggaran tersebut diharapkan dapat dikelola secara efektif, efisien, transparan dan menghasilkan pembangunan berkualitas serta berkelanjutan.
Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan APBD dinilai perlu terus diperkuat, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, sehingga penggunaan anggaran benar-benar sesuai dengan tujuan pembangunan.
Terkait defisit yang ditutup melalui SiLPA, Fraksi Gerindra mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan secara hati-hati dan tetap menjaga keberlanjutan fiskal daerah.
Meski menyampaikan sejumlah masukan, Fraksi Gerindra pada prinsipnya menerima Nota Keuangan Perubahan APBD 2026 untuk dibahas lebih lanjut sesuai ketentuan.
Fraksi Gerindra berharap seluruh masukan tersebut dapat menjadi bahan penyempurnaan, sehingga Perubahan APBD 2026 mampu mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Musi Rawas.
“Pada akhirnya, keberhasilan APBD bukan hanya dilihat dari besarnya anggaran, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.”tutup Septiandry arrosyidu, ST dengan tegas dan semangat.
(Red/An)













