Ulasanrakyat.Com – Lubuklinggau.
Persoalan krisis air bersih di Kota Lubuklinggau kembali menjadi sorotan masyarakat. Bertahun-tahun keluhan pelanggan terhadap pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap terus bermunculan, mulai dari distribusi air yang tidak stabil, pelayanan yang dinilai belum maksimal, hingga kerusakan fasilitas di sejumlah unit pelayanan yang tak kunjung diperbaiki.
Di tengah kondisi tersebut, nama Feri Isrop SH mulai menjadi perbincangan publik. Putra daerah yang dikenal dekat dengan masyarakat itu menyatakan kesiapannya maju sebagai Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap dengan membawa semangat perubahan dan pembenahan menyeluruh terhadap pelayanan air bersih di Kota Lubuklinggau.
Masyarakat menilai, persoalan air bersih bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa. Krisis distribusi air yang terjadi selama ini telah menjadi persoalan serius yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga.
Tidak sedikit masyarakat mengaku harus menunggu hingga larut malam demi mendapatkan aliran air. Bahkan di beberapa wilayah, pelanggan terpaksa menggunakan mesin pompa tambahan atau membeli air karena distribusi PDAM sering tersendat.
Ironisnya, di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, sejumlah fasilitas penunjang pelayanan di lapangan justru mengalami kerusakan dan minim perhatian.
Salah satu fakta itu disampaikan Iskandar, operator unit PDAM Tirta Bukit Sulap di Kelurahan Batu Urip. Ia mengungkapkan bahwa listrik PLN di unit pelayanan tempat dirinya bertugas telah dicabut sejak Januari 2026 dan hingga kini belum juga dipasang kembali.
Kondisi tersebut membuat pelayanan air bersih kepada masyarakat terganggu dan tidak berjalan optimal.
“Sudah beberapa kali kami usulkan agar diperbaiki, termasuk kabel yang rusak. Tapi sampai sekarang belum juga ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Keluhan itu menggambarkan bagaimana persoalan internal fasilitas pelayanan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi PDAM Tirta Bukit Sulap. Para petugas lapangan bahkan harus bekerja dengan keterbatasan fasilitas di tengah tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan air bersih.
Sebagai operator yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan pelanggan, Iskandar berharap hadirnya pemimpin baru dapat membawa perubahan nyata, bukan hanya sebatas janji.
Menurutnya, Feri Isrop merupakan figur yang memahami persoalan di lapangan karena kerap berkomunikasi langsung dengan masyarakat maupun petugas pelayanan.
“Beliau memahami dan merasakan apa yang kami rasakan,” katanya.
Dukungan terhadap Feri Isrop pun terus mengalir dari berbagai kalangan. Banyak masyarakat menilai sosoknya memiliki kedekatan emosional dengan warga kecil dan memahami kebutuhan dasar masyarakat terkait pelayanan air bersih.
Lahir dari keluarga sederhana, Feri Isrop dikenal sebagai figur yang tumbuh bersama masyarakat. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memahami persoalan riil yang selama ini terjadi di tubuh PDAM Tirta Bukit Sulap.
Dorongan masyarakat yang menginginkan perubahan disebut menjadi alasan utama dirinya maju dalam kontestasi pemilihan Direktur PDAM.
Bagi warga Kota Lubuk Linggau, harapan mereka sebenarnya sederhana.
Air bersih mengalir lancar setiap hari, pelayanan cepat saat ada keluhan, fasilitas pelayanan diperbaiki, dan PDAM benar-benar hadir untuk melayani rakyat, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.
Kini, momentum pemilihan Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap dianggap menjadi titik penting bagi masa depan pelayanan air bersih di Kota Lubuklinggau.
Masyarakat berharap pemimpin baru nantinya memiliki keberanian melakukan pembenahan total terhadap sistem pelayanan, mulai dari manajemen distribusi air, perhatian terhadap fasilitas unit pelayanan, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Nama Feri Isrop SH kini hadir sebagai simbol harapan baru di tengah kekecewaan masyarakat yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Publik kini menanti, apakah perubahan yang selama ini diharapkan benar-benar akan terwujud demi menghadirkan pelayanan air bersih yang layak bagi seluruh masyarakat Kota Lubuk Linggau.
(Red/An)













