banner 728x250

Nama Feri Isrop Mencuat, DPRD Rejang Lebong Minta Seleksi Direktur PDAM Lubuklinggau Lebih Terbuka.

Ulasanrakyat.com — Lubuklinggau.
Wacana keterlibatan putra daerah Lembak dalam bursa calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau kembali menguat dan menjadi perhatian publik. Hal ini muncul setelah adanya dorongan dari tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong Dapil III yang meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau mempertimbangkan secara terbuka figur lokal dalam proses seleksi jabatan strategis tersebut.

Tokoh masyarakat Lembak, Destiansyah yang akrab disapa Des, menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan aspirasi tersebut. Ia menilai sudah saatnya putra daerah diberikan ruang untuk ikut berkompetisi dalam jabatan penting di perusahaan daerah.

Dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (23/06/2026), Destiansyah membenarkan adanya nama Feri Isrop, SH., CPLA sebagai salah satu putra daerah Lembak yang disebut siap maju sebagai kandidat calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap.

Nama Putra Daerah Mulai Menguat
Menurut Destiansyah, nama Feri Isrop bukan sosok asing di kalangan masyarakat Lembak. Ia menilai figur tersebut memiliki kapasitas, pengalaman, serta pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan, khususnya terkait layanan air bersih.

“Nama Feri Isrop sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat Lembak. Beliau memiliki pengalaman dan pemahaman yang cukup baik terkait kebutuhan masyarakat,” ujar Destiansyah.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan putra daerah dalam posisi strategis di BUMD bukan semata soal representasi wilayah, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Dorongan Seleksi Terbuka dan Berbasis Kompetensi
Lebih lanjut, Destiansyah menegaskan bahwa Pemerintah Kota Lubuklinggau diharapkan dapat membuka ruang seleksi yang adil, transparan, dan berbasis kompetensi tanpa intervensi kepentingan tertentu.

Tambahnya, proses seleksi jabatan direksi PDAM harus benar-benar mengedepankan profesionalisme agar perusahaan daerah dapat berjalan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap proses ini benar-benar terbuka. Siapa pun yang memiliki kemampuan harus diberi kesempatan yang sama, termasuk putra daerah yang memiliki kompetensi,” tegasnya.

Sambungnya, dukungan terhadap Feri Isrop bukanlah bentuk kepentingan kelompok, melainkan bagian dari aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan dalam tata kelola PDAM agar lebih responsif terhadap kebutuhan publik.

Isu ini juga memunculkan harapan baru di tengah masyarakat agar PDAM Tirta Bukit Sulap ke depan mampu meningkatkan kualitas layanan air bersih secara merata, terutama di wilayah yang selama ini masih mengalami kendala distribusi.

Menurut sejumlah kalangan, keterlibatan figur yang memahami kondisi lokal dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam pengambilan kebijakan strategis di tubuh perusahaan daerah.

Hingga saat ini, proses seleksi calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap masih menjadi perhatian publik. Masyarakat kini menanti sikap resmi Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam merespons aspirasi yang berkembang, khususnya terkait peluang putra daerah dalam mengisi jabatan strategis di BUMD tersebut.

Dengan semakin menguatnya dorongan ini, isu transparansi dan akuntabilitas seleksi jabatan kembali menjadi sorotan utama, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan tata kelola perusahaan daerah yang profesional dan terbuka.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *