Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas.
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas mulai memanaskan mesin inovasi daerah menjelang pelaksanaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026. Langkah ini ditandai dengan rapat persiapan yang dipimpin langsung Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Musi Rawas, Mukhlisin, di Ruang Rapat Bina Praja Setda Kabupaten Musi Rawas, Selasa (12/05/2026).
Rapat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Musi Rawas tidak ingin hanya menjadi penonton dalam ajang penghargaan inovasi tingkat nasional tersebut. Fokus utama pembahasan mengarah pada penguatan inovasi perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), terutama pelayanan dasar yang bersentuhan dengan masyarakat.
Dalam arahannya, Mukhlisin menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pelengkap administrasi pemerintahan, melainkan kebutuhan nyata untuk mempercepat pelayanan publik agar lebih efektif, cepat, dan tepat sasaran.
“Setiap OPD harus mampu menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan hanya sebatas konsep di atas kertas, tetapi harus memberikan dampak nyata,” tegasnya di hadapan peserta rapat.
Menurutnya, Innovative Government Award bukan hanya soal mengejar penghargaan, tetapi menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah serius menyiapkan data pendukung, program unggulan, serta terobosan pelayanan yang memiliki nilai manfaat tinggi.
Sorotan utama dalam rapat tersebut tertuju pada pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sosial, hingga administrasi publik. Pemkab Musi Rawas dinilai perlu memperkuat inovasi berbasis kebutuhan masyarakat agar mampu bersaing dengan daerah lain yang terus bergerak cepat dalam transformasi pelayanan publik.
Mukhlisin juga mengingatkan agar seluruh OPD tidak bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi antarinstansi disebut menjadi kunci penting agar inovasi yang dibangun tidak tumpang tindih dan benar-benar terintegrasi.
“Era sekarang menuntut pemerintah bergerak cepat dan kreatif. Jika pelayanan lambat dan monoton, masyarakat pasti kecewa. Karena itu inovasi harus menjadi budaya kerja,” ujarnya.
Pelaksanaan IGA sendiri selama ini menjadi salah satu tolok ukur pemerintah pusat dalam menilai keberhasilan daerah menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif. Daerah yang mampu menghadirkan inovasi berdampak besar biasanya mendapat perhatian khusus karena dianggap berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Rapat persiapan tersebut juga menjadi bentuk keseriusan Pemkab Musi Rawas dalam membangun citra pemerintahan yang progresif. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang semakin cepat dan transparan, inovasi dinilai menjadi jawaban penting agar birokrasi tidak berjalan stagnan.
Sejumlah peserta rapat tampak aktif memberikan masukan terkait program inovasi yang akan diusulkan. Mulai dari digitalisasi pelayanan, percepatan administrasi, hingga penguatan pelayanan masyarakat berbasis teknologi menjadi topik yang cukup dominan dibahas.
Dengan dimulainya persiapan lebih awal, Pemkab Musi Rawas berharap mampu menciptakan inovasi unggulan yang bukan hanya berorientasi pada penilaian IGA, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh perangkat daerah untuk membuktikan bahwa pelayanan publik di Musi Rawas mampu berkembang lebih modern, cepat, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat luas.
(Red/An)













