banner 728x250

Waspada! Nama Sekdes Suka Makmur Sp V Dicatut untuk Penipuan, Warga Diminta Jangan Percaya

Ulasanrakyat.comMusi Rawas.
Masyarakat Kabupaten Musi Rawas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan aparatur pemerintahan desa.

Peringatan tersebut disampaikan Sarwo Edi, Sekretaris Desa Suka Makmur, Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu (BTS Ulu), Kabupaten Musi Rawas. Ia mengaku namanya diduga dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan melalui aplikasi WhatsApp.

Sarwo Edi menyampaikan hal tersebut kepada wartawan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (05/09/2026). Ia menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang digunakan untuk menghubungi masyarakat tersebut bukan miliknya.

“Ado yang pakai nama saya untuk menipu. Jangan percaya, ini hoaks dan itu penipuan,” tegas Sarwo Edi.

Menurutnya, masyarakat perlu berhati-hati apabila menerima pesan atau komunikasi melalui WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya. Terlebih, pelaku menggunakan foto profil yang memang merupakan foto dirinya, sehingga berpotensi membuat masyarakat percaya bahwa nomor tersebut benar-benar milik Sekdes Suka Makmur.

Sarwo Edi menegaskan, meskipun foto yang digunakan benar merupakan foto miliknya, nomor WhatsApp yang menghubungi warga tersebut bukan nomor pribadinya.

Kondisi ini dinilai berbahaya karena modus pencatutan identitas dapat membuat calon korban lengah. Pelaku bisa saja memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap seorang aparatur desa untuk meminta uang, menawarkan bantuan, menyampaikan informasi palsu, maupun meminta data pribadi.

Karena itu, Sarwo Edi meminta masyarakat, khususnya warga dan sanak keluarga di Kabupaten Musi Rawas, tidak mudah percaya apabila mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal dan mengatasnamakan dirinya.

“Nomor WhatsApp itu bukan milik saya, tetapi foto itu benar milik saya,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mengikuti permintaan apa pun dari nomor tersebut sebelum melakukan konfirmasi secara langsung kepada dirinya atau pihak yang dapat dipercaya.

Menurutnya, langkah sederhana seperti melakukan pengecekan nomor dan memastikan kebenaran informasi dapat mencegah masyarakat menjadi korban penipuan.

Sarwo Edi secara khusus meminta warga Kabupaten Musi Rawas untuk tidak memberikan uang, data pribadi, kode OTP, maupun informasi penting lainnya kepada nomor yang mengaku sebagai dirinya.

“Meminta kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Musi Rawas, hati-hati. Nomor itu penipu, mengatasnamakan saya,” ujarnya.

Ia berharap informasi tersebut segera diketahui masyarakat luas agar tidak ada warga yang menjadi korban akibat pencatutan nama dan foto dirinya.

Masyarakat juga diharapkan tidak menyebarkan informasi dari nomor tersebut sebelum memastikan kebenarannya. Jika menemukan komunikasi mencurigakan, warga disarankan melakukan konfirmasi langsung dan melaporkan kepada pihak berwenang apabila terdapat indikasi penipuan.

Kasus pencatutan identitas seperti ini menjadi pengingat bahwa masyarakat harus semakin waspada terhadap modus penipuan digital. Penggunaan foto orang lain sebagai foto profil dapat membuat pelaku seolah-olah memiliki identitas yang sah, padahal nomor yang digunakan bukan milik orang yang bersangkutan.

Pesan pentingnya jelas: jangan mudah percaya hanya karena foto profil terlihat familiar. Pastikan nomor dan identitasnya benar sebelum melakukan transaksi atau memberikan informasi apa pun.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *