Ulasanrakyat.com — Empat Lawang. Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti kediaman Sugandi di Kampung III, Desa Muara Saling, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, pada Jumat (06/02/2026). Tepat pukul 13.00 WIB, keluarga sederhana ini menggelar acara Walimatun Nazar sebagai bentuk pembayaran janji yang telah diikrarkan bertahun-tahun lalu.
Nazar tersebut berkaitan dengan perjalanan hidup sang putra, Reno Saputra, yang kini bekerja sebagai tenaga honorer di SD Negeri 1 Desa Muara Saling. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, perjuangan Reno untuk mengabdi di dunia pendidikan menjadi cerita inspiratif yang menyentuh banyak hati.
Sugandi mengisahkan bahwa beberapa tahun lalu, kondisi ekonomi keluarganya sangat memprihatinkan. Dengan penghasilan yang pas-pasan, ia harus menghidupi keluarganya yang tergolong kurang mampu. Namun di balik keterbatasan itu, terselip harapan besar terhadap masa depan anaknya.
Reno Saputra, lulusan SMA dan anak kedua dari dua bersaudara, memilih jalan hidup yang tak mudah. Pada tahun 2017, saat masih bujang, ia nekat menjadi guru honorer, meski honor yang diterima jauh dari kata layak. Keputusan itu bukan tanpa risiko, namun Reno tetap bertahan demi cita-cita dan pengabdian kepada pendidikan.
Di masa sulit itulah, Sugandi mengucapkan nazar. Ia berjanji, apabila kelak anaknya lulus seleksi PPPK dan menerima gaji pertamanya sebagai tenaga pendidik, maka ia akan membayar nazar tersebut dengan menyembelih seekor kambing dan mengundang sanak saudara untuk makan bersama.
“Tahun-tahun berlalu dengan penuh kesabaran. Kami hanya bisa berdoa dan berusaha,” ujar Sugandi dengan mata berkaca-kaca.
Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Ketika Reno mulai menerima insentif pertamanya, Sugandi tidak menunda janjinya. Sebagai wujud rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT, ia membayar nazarnya dengan memotong seekor kambing, lalu menggelar makan bersama keluarga dan kerabat.
Acara Walimatun Nazar ini berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari ahli rumah. Kebersamaan dan kekeluargaan terasa kental di antara para tamu yang hadir.
Di penghujung acara, seluruh rangkaian ditutup dengan pembacaan doa, memohon rahmat dan keberkahan dari Allah SWT, agar Reno senantiasa diberi kelancaran dalam mengabdi sebagai pendidik serta keluarga Sugandi diberikan kesehatan dan rezeki yang halal.
Acara pun selesai dengan penuh rasa syukur. Kisah Sugandi dan putranya Reno menjadi bukti nyata bahwa kesabaran, doa, dan janji yang ditepati akan menemukan jalannya sendiri. Sebuah potret sederhana tentang keteguhan hati keluarga kecil yang pantang menyerah pada keadaan.
(Ramlan)

















