banner 728x250

Feri Isrop Tantang Transparansi Seleksi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap, Soroti Hak Publik untuk Tahu

Ulasanrakyat.Com — Lubuk Linggau. Bursa calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031 mulai memanas. Dari lima kandidat yang mendaftar, nama advokat Feri Isrop mencuat sebagai salah satu figur yang berani tampil dengan gagasan terbuka: menuntut proses seleksi yang jujur, adil, dan transparan.

Di tengah minimnya informasi publik terkait proses penunjukan pimpinan perusahaan daerah selama ini, Feri Isrop justru datang dengan sikap berbeda. Ia tidak hanya ingin ikut berkompetisi, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang terhadap keterbukaan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dalam wawancara bersama awak media, Jumat (1/5/2026), Feri mengungkapkan latar belakang kehidupannya yang sederhana. Namun, dari kesederhanaan itulah lahir tekad kuat untuk membawa perubahan nyata bagi Kota Lubuk Linggau, khususnya dalam sektor pelayanan air bersih yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Semoga kompetisi ini berjalan jujur, adil, transparan, dan tidak ada intervensi, sesuai harapan masyarakat yang selama ini bahkan tidak mengetahui siapa pemimpin PDAM dan bagaimana proses pemilihannya,” tegas Feri Isrop.

Pernyataan tersebut seolah menjadi kritik halus terhadap pola lama yang dinilai tertutup. Ia menyoroti bahwa selama ini publik cenderung hanya menerima hasil akhir tanpa mengetahui proses seleksi yang berlangsung di balik layar.

Menurutnya, kondisi ini harus diubah. Sebab, PDAM bukan sekadar institusi bisnis, melainkan entitas publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Ini perusahaan milik daerah untuk kesejahteraan rakyat. Artinya masyarakat berhak tahu bagaimana proses pemilihan dan siapa yang memimpin,” lanjutnya dengan nada tegas.

Keikutsertaan Feri Isrop dalam kontestasi ini bukan tanpa risiko. Dari lima kandidat yang ada, hanya satu yang akan terpilih menjadi direktur. Namun, ia justru melihat kompetisi ini sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa figur pemimpin BUMD harus memiliki keberanian, integritas, dan komitmen terhadap transparansi.

Lebih jauh, Feri menyatakan optimisme terhadap kinerja panitia seleksi (pansel). Ia percaya bahwa proses ini akan dijalankan secara profesional dan objektif demi menghasilkan pemimpin terbaik bagi PDAM Tirta Bukit Sulap.

“Saya yakin pansel akan menjalankan tugas ini secara profesional untuk memilih figur yang benar-benar layak memimpin,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan air bersih yang berkualitas, sosok direktur PDAM ke depan memang menjadi krusial. Tidak hanya dituntut mampu mengelola perusahaan secara bisnis, tetapi juga harus peka terhadap kebutuhan publik.

Munculnya figur seperti Feri Isrop memberi warna baru dalam dinamika seleksi ini. Ia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi harapan masyarakat akan perubahan bahwa pengelolaan BUMD harus lebih terbuka, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Kini, publik Lubuk Linggau menanti, apakah seleksi ini benar-benar akan menjadi babak baru transparansi, atau justru kembali pada pola lama yang tertutup.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *